Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan bahwa ada 824 unit Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Papua yang akan diselesaikan pada 2021-2022 guna mendukung transformasi digital.
"Pembangunan 824 titik BTS di wilayah Papua guna mendukung Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) bisa menjangkau 12,5 juta masyarakat secara nasional di tahun 2021," kata Plate saat memberikan sambutan secara virtual pada pembukaan kegiatan Raja Ampat E- Festival 2021, Senin (28/6/2021).
Dia mengharapkan pemerintah daerah di Papua mendukung pembangunan BTS tersebut guna memperkuat infrastruktur menuju transformasi digital.
"Kami berharap Gubernur, Wali Kota, Bupati hingga Kepala Desa, bahkan tokoh masyarakat dan tokoh adat agar memberikan dukungan terhadap pembangunan BTS di wilayah Papua," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa 87 persen anggaran Kemenkominfo 2021 dialokasi khusus untuk program transformasi digital yang meliputi empat sektor yakni infrastruktur digital, ekonomi digital, masyarakat digital, dan tata kelola pemerintahan digital.
Infrastruktur digital menjadi sasaran utama guna mewujudkan tiga sektor lainnya yakni ekonomi digital, masyarakat digital, dan tata kelola pemerintahan digital.
Pembangunan BTS perlu didukung oleh pemerintah daerah agar cakupan sinyal telekomunikasi dan internet dapat mendukung pencapaian target pembangunan daerah secara optimal.
"Selain itu, pemerintah daerah juga harus mendukung dengan melakukan berbagai sumber daya manusia untuk menuju masyarakat Indonesia yang cakap internet," tambah Plate.
Baca Juga: Pemda NTT Diminta Dukung Pembangunan Pusat Data Nasional di Labuan Bajo
Berita Terkait
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat
-
Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga
-
Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung