Suara.com - Menggunakan simulasi komputer, tim Amerika Serikat (AS) disebut mengungkap pusat misterius galaksi kita dalam menemukan alien.
Dengan asumsi adanya peradaban penjelajah ruang angkasa lainnya, yang hingga kini masih menjadi perdebatan para ahli.
Para peneliti, Penn State dan Columbia University, mengatakan temuan mereka dapat membantu mengarahkan misi masa depan untuk menemukan alien.
"Pusat galaksi adalah arah pencarian yang menjanjikan untuk misi semacam itu," tulis mereka dalam makalah penelitian yang diterbitkan bulan lalu, dilansir laman The Sun, Rabu (7/7/2021).
Model komputer dibangun oleh tim untuk menentukan bagaimana kehidupan alien dapat menyebar ke seluruh alam semesta.
Mereka berasumsi bahwa peradaban ekstra-terestrial menggunakan kapal yang bergerak dengan kecepatan sebanding dengan pesawat ruang angkasa kita sendiri (sekitar 18 mil per detik).
Setelah sebuah kapal tiba di dunia virtual yang dapat dihuni dalam simulasi, itu dianggap telah membentuk koloni setelah 100.000 tahun.
Koloni tersebut kemudian dapat meluncurkan pesawat ruang angkasanya sendiri yang dapat melakukan perjalanan ke dunia yang tidak berpenghuni dan masih dalam jangkauan.
Hasil penelitian menunjukkan gelombang atau "depan" kolonisasi sebelum alien nomaden mencapai inti galaksi.
Baca Juga: Hari UFO Sedunia Kembali Digelar di New Mexico
Setelah ini, tingkat kolonisasi meroket. Bahkan dengan batasan konservatif pada kecepatan kapal, sebuah galaksi dapat dijajah dalam satu miliar tahun.
Dengan Bima Sakti berusia 13 miliar tahun, itu adalah bagian kecil dari masa hidup sebuah galaksi.
Hasilnya, yang diterbitkan dalam The American Astronomical Society, mengisyaratkan bahwa inti galaksi kita mungkin merupakan langkah terbaik untuk mencari alien.
Itu karena, menurut simulasi adalah titik paling mungkin di mana sebuah peradaban berkembang biak dengan cepat.
Tidak hanya pusat galaksi kita lebih mungkin daripada tempat lain untuk menampung alien, itu juga relatif mudah untuk menyisir petunjuk.
Teleskop di Bumi memiliki garis pandang langsung ke wilayah ruang angkasa yang padat, membuat pemindaian teknologi seperti berjalan-jalan di taman (semacam).
Berita Terkait
-
Awas! Usaha Pencarian Alien, Disebut Bisa Akhiri Kehidupan di Bumi
-
Intip Podcast 'Bersejarah' Deddy Corbuzier dan Prabowo, Bahas Alutsista sampai Alien
-
Cara Menerbangkan UFO di Fortnite Season 7
-
CEK FAKTA: Heboh Video Penampakan UFO Alien Tinggal di dalam Bulan, Benarkah?
-
Astronot Ini Tak Percaya dengan UFO dan Alien, Apa Alasannya?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan