Suara.com - Otoritas penerbangan federal Amerika Serikat (FAA) memperbarui aturannya soal defenisi astronaut pada pekan ini, setelah dua konglomerat Jeff Bezos dan Richard Branson - yang sama-sama memiliki bisnis di sektor dirgantara - pergi ke luar angkasa.
Dalam regulasi baru FAA itu, demikian dilansir dari BBC, Sabtu (24/7/2021), antara lain mengatur bahwa astronaut adalah bagian dari kru dan memiliki kontribusi dalam keamanan penerbangan luar angkasa.
Dengan demikian Bezos dan Branson, setidaknya dari aturan baru pemerintah AS itu, belum layak untuk menyandang predikat astronaut. Dalam perjalanan ke antariksa, keduanya hanya berperan sebagai penumpang.
Aturan yang diubah FAA itu sendiri terkait dengan program Commercial Astronaut Wings yang pertama kali digelar pada 2004 silam.
Program itu mengatur bahwa seseorang layak disebut sebagai astronot jika ia telah terbang sejauh 80 kilometer di atas permukaan Bumi. Baik Bezos maupun Branson sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai astronaut jika berpatokan pada regulasi ini.
Tetapi pada Selasa (20/7/2021) - tepat ketika Bezos terbang ke luar angkasa bersama roket Blue Origin - FAA untuk pertama kalinya memperbarui aturan tersebut sejak 2004.
Astronaut, demikian ditulis dalam aturan itu, selain sudah terbang di ketinggian 80 km di atas permukaan Bumi, juga wajib "menunjukkan aktivitas yang penting bagi keamanan publik atau berkontribusi terhadap keamanan penerbangan antariksa manusia selama perjalanan ke luar angkasa."
Bezos terbang ke luar angkasa bersama tiga orang kru. Tetapi beberapa hari sebelum peluncuran, CEO Blue Origin, Bob Smith, mengatakan bahwa Bezos dan para kru itu tidak akan melakukan apa-apa selama perjalanan karena yang mereka tumpangi adalah roket dengan teknologi kemudi otomatis.
Sementara Richard Branson terbang ke luar angkasa pada 11 Juli bersama tiga orang kru di atas pesawat SpaceShipTwo yang didanai oleh perusahaan dirgantaranya, Virgin Galactic. Ia menjadi jutawan pertama yang pergi ke luar angkasa.
Baca Juga: Jawaban Jeff Bezos soal Kritik Investasi di Luar Angkasa Ketimbang Bumi Bikin Menohok
Selain itu, untuk bisa memperoleh wing astronaut, setiap orang juga harus dinominasikan. FAA, kepada CNN, mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa nominasi yang sedang dievaluasi.
Tapi ada dua cara lain untuk bisa memperoleh wing astronaut: jalur militer dan lewat badan antariksa AS, NASA. Mayoritas astronot AS memperoleh wing astronaut lewat kedua jalur ini.
Tag
Berita Terkait
-
Investor Global Soroti Kepastian Hukum Indonesia, Lihat Kasus Nadiem
-
Astronaut Mesti Belajar Jalan Lagi, Settingan Gak Sih?
-
Ulasan Film The Astronaut: Ketika Misi Luar Angkasa Membawa Bencana
-
Blue Origin Sukses Luncurkan Misi Mars, Gendong 2 Wahana Antariksa NASA
-
Pernikahan Jeff Bezos Dongkrak Pariwisata Italia Hingga 68 Persen!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang
-
Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan