Bisnis / Keuangan
Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:10 WIB
Jutawan Inggris, Richard Branson berfoto di depan miniatur pesawat tur antariksa Virgin Galactic pada 28 Oktober 2019. [AFP/Johannes Eisele]
Baca 10 detik
  • Richard Branson bela Nadiem, sebut kasusnya terkesan bermotif politik.
  • Investor global mulai soroti kepastian hukum Indonesia.
  • Kasus Nadiem dinilai bisa memengaruhi persepsi investasi asing.

Suara.com - Nama Nadiem Makarim kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah pendiri Virgin Group, Richard Branson, secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap mantan Menteri Pendidikan Indonesia tersebut yang tengah menghadapi kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Melalui unggahan di Instagram Stories dan LinkedIn, Branson menilai Nadiem sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia yang meninggalkan dunia bisnis untuk mengabdikan diri di pemerintahan dan mendorong reformasi pendidikan.

"Nadiem Makarim adalah salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia yang menukar karier bisnisnya dengan jabatan pemerintahan demi menjadi pelopor reformasi pendidikan. Ia seharusnya dirayakan atas apa yang telah dicapainya, bukan didakwa atas tuduhan yang terkesan dipaksakan dan tampak seakan bermotif politik," tulis Branson.

Pernyataan tersebut muncul di tengah proses hukum yang semakin menekan Nadiem. Pada Mei 2026, jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara 18 tahun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chrome OS untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp1 miliar (subsidair 190 hari) dan pidana tambahan uang pengganti Rp809 miliar dan Rp4,8 triliun (subsidair 9 tahun).

Dukungan terbuka dari salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di dunia itu dinilai bukan sekadar bentuk solidaritas personal. Reaksi Branson juga mencerminkan meningkatnya perhatian komunitas bisnis dan investor global terhadap kondisi kepastian hukum di Indonesia, terutama terkait perlindungan bagi profesional dan pelaku usaha yang beralih ke sektor publik.

Pengamat menilai sorotan internasional terhadap kasus ini berpotensi memengaruhi persepsi investor asing terhadap iklim investasi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berupaya menarik lebih banyak investasi berkualitas dan talenta global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun, kasus yang melibatkan figur pengusaha ternama seperti Nadiem berisiko memunculkan pertanyaan mengenai kepastian hukum dan keamanan berusaha di Tanah Air.

Meski demikian, proses hukum yang sedang berjalan masih akan menjadi faktor penentu. Pasar dan investor internasional diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kasus tersebut sebagai salah satu indikator konsistensi penegakan hukum dan kualitas tata kelola di Indonesia.

Baca Juga: Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Load More