Spons kaca adalah salah satu spons yang memiliki rentang hidup terpanjang di Bumi.
Anggota kelompok ini sering ditemukan di laut dalam dan memiliki kerangka yang menyerupai kaca.
Dalam penelitian pada 2012 yang diterbitkan di jurnal Chemical Geology, memperkirakan bahwa spons kaca dengan spesies Monorhaphis cuni dapat hidup hingga 11.000 tahun.
Tidak menutup kemungkinan jika spesies spons kaca lain dapat hidup lebih lama.
3. Kerang mutiara air tawar
Kerang mutiara air tawar (Margaritifera margaritifera) adalah bivalvia yang menyaring partikel makanan dari air.
Hewan ini umumnya hidup di sungai dan dapat ditemukan di Eropa dan Amerika Utara.
Menurut World Wildlife Fund (WWF), kerang mutiara air tawar tertua yang diketahui berusia 280 tahun.
Invertebrata ini memiliki rentang hidup yang panjang berkat metabolismenya yang rendah.
Baca Juga: Pengantin Dikado Anak Kambing, Pelaminan Mendadak 'Meriah'
Kerang mutiara air tawar adalah spesies yang terancam punah.
Populasinya menurun karena berbagai faktor yang berhubungan dengan manusia, termasuk kerusakan dan perubahan habitat sungai.
4. Rougheye rockfish
Rougheye rockfish (Sebastes aleutianus) adalah salah satu ikan yang memiliki hidup terpanjang dengan umur maksimum setidaknya 205 tahun.
Ikan berwarna merah muda atau kecoklatan ini hidup di Samudra Pasifik dari California hingga Jepang.
Hewan ini dapat tumbuh hingga 97 sentimeter dan memakan hewan laut lain seperti udang dan ikan yang lebih kecil.
Paus kepala busur (Balaena mysticetus) adalah mamalia yang hidup paling lama.
Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), rata-rata masa hidup hewan ini lebih dari 100 higga 200 tahun.
Hal ini dikarenakan paus memiliki mutasi pada gen yang disebut ERCC1, yang dapat memperbaiki kerusakan DNA dan membantu melindungi paus dari kanker.
Gen lainnya yang disebut PCNA membantu dalam pertumbuhan dan perbaikan sel serta dapat memperlambat penuaan.
Berita Terkait
-
Pemerasan Bermodus Curi Hewan Ternak, Remaja Belasan Tahun Ditangkap Polisi
-
Bahaya Ibu Hamil Pelihara Kucing di Rumah
-
Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Munculnya Mutasi Covid-19 Mematikan pada Hewan
-
Perubahan Suhu Berpotensi Pengaruhi Kesehatan Hewan Ternak, DP3 Sleman Beri Imbauan Ini
-
Perlakuan Baik kepada Hewan Bisa Menolong di Akhirat, Ini Penjelasan UAS
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung