Wahedi mengatakan, dia tidak tahu apakah dia akan diizinkan kembali dan melakukan yang terbaik untuk membantu karyawan Ehtesab lainnya meninggalkan negara itu.
Semua gambar karyawan perempuan telah dihapus dari situs web aplikasi dan saluran media sosial dalam upaya untuk menghindari pembalasan Taliban.
Pendirinya mengatakan bahwa aplikasi keamanan publik Citizen adalah "inspirasi besar" baginya dan mengatakan dia berharap untuk bekerja dengan seseorang dari aplikasi keamanan publik yang berbasis di New York untuk meningkatkan Ehtesab.
Tapi sementara Citizen mengumpulkan sebagian besar laporan daruratnya dengan menugaskan karyawan untuk mendengarkan pemindai 911 untuk wilayah atau lingkungan tertentu, Kabul tidak memiliki sistem terpusat yang serupa.
Sebagai gantinya, Ehtesab menugaskan karyawan untuk memindai media sosial untuk laporan jenis keadaan darurat tertentu di Kabul.
Dalam beberapa minggu terakhir, Ehtesab telah berkembang hanya dari mulut ke mulut, menurut Wahedi.
Di masa depan, dia ingin mencari cara untuk memperluas layanan ke lebih banyak penduduk Kabul tanpa menarik perhatian Taliban.
“Mungkin ada titik di mana Ehtesab adalah aplikasi yang diunduh semua orang, tetapi bagaimana jika Anda meminta Taliban memeriksa dan mencari ponsel orang untuk melihat apakah mereka telah mengunduh aplikasi tersebut?” dia berkata.
“Ini akan memakan waktu untuk mencari tahu bagaimana kami bisa melakukan ini tanpa membahayakan nyawa pengguna kami,” pungkasnya.
Baca Juga: Taliban Peringatkan AS, Minta Stop Evakuasi Warga Afghanistan
Berita Terkait
-
Kangen Ngemall? Ini Cara Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Sertifikat Vaksin
-
Kemenhub: Semua Moda Transportasi Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi Mulai 28 Agustus
-
Tuntut Kepastian Evakuasi dari UNHCR, Warga Imigran Afghanistan Unjuk Rasa
-
Sempat Acuh soal Situasi Afghanistan, Khabib Nurmagomedov Akhirnya Minta Maaf
-
Usai Demo Ricuh Ratusan Imigran Afghanistan, Kantor UNHCR Disemprot Disinfektan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
4 Rekomendasi HP OPPO dengan NFC Termurah, Performa Kencang dan Tahan Banting
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi
-
Data Transaksi Digital Kompleks, Data Center ISC Makin Canggih
-
42 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Daily Gifts Pemain 117 dan 1.000 Rank Up Menanti
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya
-
Bocoran iPhone 18 Pro, Apple Siapkan Warna Merah Tua, Android Diduga Menyalip Lebih Dulu!
-
6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
Segera Rilis, Laptop Gaming Honor WIN H9 Andalkan Intel Core Ultra dan RTX 5070 Ti
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 April: Klaim Arrival Animation dan Gloo Wall Undersea
-
Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar