Suara.com - Para astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengambil cuti setengah hari pada 5 September demi merayakan Hari Buruh di luar angkasa.
Meskipun seluruh warga di Amerika Serikat bisa menikmati hari libur nasional, tiga astronot NASA di ISS yaitu Mark Vande Hei, Shane Kimbrough dan Megan McArthur masih memiliki beberapa tugas ilmiah yang harus dilakukan.
"Saat ini kru hanya bisa menikmati setengah hari libur pada Senin karena beberapa eksperimen memerlukan perhatian setiap hari, bahkan pada hari libur nasional," kata Dan Huot, juru bicara NASA, seperti dikutip dari Space.com, Selasa (7/9/2021).
Awak Ekspedisi 65 baru saja menerima pengiriman baru peralatan sains dan kargo lainnya minggu lalu dengan kedatangan misi pasokan kargo Dragon CRS-23 SpaceX.
Saat ini, ada tujuh awak internasional yang tinggal dan bekerja di ISS.
Selain tiga astronot Amerika Serikat, kru Ekspedisi 65 termasuk kosmonot Oleg Novitskiy dan Pyotr Dubrov dari badan antariksa Rusia Roscosmos, astronot Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) Akihiko Hoshide, dan astronot Prancis Thomas Pesquet dari Badan Antariksa Eropa (ESA).
Vande Hei, Dubrov, dan Novitskiy tiba di ISS pada 9 April dalam misi Soyuz MS-18 Rusia.
Sekitar dua minggu setelahnya, Kimbrough, McArthur, Pesquet, dan Hoshide tiba dalam misi Crew-1 SpaceX Crew Dragon.
Crew Dragon diperkirakan akan kembali ke Bumi dengan empat orang astronot yang sama pada November mendatang.
Baca Juga: ISS Retak, Ilmuwan Pesimis Stasiun Luar Angkasa Tak Dapat Diperbaiki
Vande Hei dan Dubrov diperkirakan akan tetap berada di ISS hingga Maret.
Dua kursi awak untuk mereka di Soyuz MS-18 yang kembali bulan depan akan diisi oleh pembuat film Rusia Kim Shipenko dan Yulia Peresild, yang akan meluncurkan misi dua minggu ke ISS pada 5 Oktober mendatang.
Berita Terkait
-
Pejabat Antariksa Rusia Sebut Astronot NASA Penyebab Bocornya Udara di Soyuz
-
Pesimis, Petinggi NASA Pesimis Tak Bisa Kirim Astronot ke Bulan pada 2024
-
Mirip Slime, Ilmuwan Akan Kirim Jamur ke Stasiun Luar Angkasa
-
NFT Musik Pertama Dikirim ke Stasiun Luar Angkasa
-
Modul Rusia Tak Sengaja Tembakan Pendorong, Stasiun Luar Angkasa Miring
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik