Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan, Kalimantan Utara menyatakan siklon tropis Conson dan Chantu yang terbentuk bersamaan di Filipina, tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Nunukan. Dua siklon itu kini menjauhi wilayah Indonesia.
Kepala Stasiun BMKG Nunukan Willy di Nunukan, Kamis (9/9/2021) membenarkan terbentuknya dua siklon tropis di Filipina tersebut yang tidak memengaruhi kondisi cuaca di Kabupaten Nunukan secara signifikan.
Menurut dia, kedua siklon ini lebih banyak berdampak pada arah angin semata.
"Terbentuknya dua siklon tropis (Conson dan Chantu, red.) di Filipina tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca di Nunukan," kata dia.
Ia menjelaskan hanya sedikit berdampak pada wilayah Kecamatan Sembakung di mana terjadi perubahan embusan angin dari timur ke utara.
Willy menerangkan terbentuknya dua siklon di Filipina ini disebabkan terjadinya perubahan suhu udara pada lokasi yang berdekatan sehingga arah angin berubah dari suhu rendah ke suhu tinggi.
Ia mengatakan sesuai hasil pengamatan terakhir kedua siklon ini semakin menjauhi Pulau Kalimantan dengan bergerak menuju arah utara Filipina.
Oleh karena itu, Willy mengatakan tidak akan memengaruhi kondisi cuaca sebagaimana musim hujan intensitas sedang hingga lebat saat ini di Kabupaten Nunukan.
"Pembentukan siklon Conson dan Chantu di Filipina hanya berdampak pada embusan arah angin saja. Tapi dampaknya tidak terlalu signifikan di Kabupaten Nunukan," ujar dia. [Antara]
Baca Juga: BMKG: Malang Raya Dilanda Angin Kencang Dampak Siklon Tropis
Berita Terkait
-
Apa Itu Siklon Tropis Narelle? Ini Dampaknya di Indonesia
-
Siklon Menguat, 6 Wilayah Indonesia Terkena Dampak 26-27 Maret: Waspada Hujan Lebat!
-
BMKG Ungkap Peran 3 Bibit Siklon Tropis, Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Berlanjut
-
Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
-
Siklon Tropis Grant BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud
-
Pre Order GTA 6 Resmi Dibuka, Cek Detail Harganya di Indonesia
-
8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik