News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 13:33 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • BMKG memantau tiga bibit siklon tropis yang memicu hujan deras dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.
  • Bibit Siklon 90S berpeluang tinggi menjadi siklon tropis, berpotensi menyebabkan genangan dan angin kencang di banyak daerah.
  • Kondisi ini juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang signifikan di beberapa perairan Indonesia hingga empat meter.

Suara.com - Hujan deras dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. BMKG menemukan bahwa kondisi itu dipicu oleh kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar perairan Tanah Air.

Berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) oleh BMKG di  Jakarta hingga Selasa (3/3) pagi, terdapat tiga sistem yang aktif, yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, dan Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya memantau pergerakan ketiga bibit siklon tersebut selama 24 jam penuh. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena dampak tidak langsungnya bisa dirasakan di banyak wilayah.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung, seperti genangan dan angin kencang," ujar Faisal dalam pernyataannya, Selasa (3/2/2026).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. Sementara 93S dan 92P berpeluang rendah, tetapi tetap memengaruhi dinamika cuaca Indonesia.

Ia memaparkan, kemunculan tiga sistem ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan dan memicu pemusatan massa udara.

"Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” jelas Andri. 

BMKG memetakan potensi hujan sedang hingga lebat di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sementara potensi angin kencang berpeluang terjadi di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan hingga pesisir selatan Papua Selatan.

Di sektor kelautan, peningkatan kecepatan angin turut berdampak pada tinggi gelombang. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyebut gelombang kategori sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Jabodetabek Sore Ini

Adapun gelombang tinggi 2,5–4 meter diperkirakan muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten sampai Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

BMKG menyatakan akan terus memperbarui perkembangan sistem tersebut secara berkala. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang, serta risiko hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diminta memperhatikan prakiraan tinggi gelombang sebelum beraktivitas.

Load More