Suara.com - Google telah menarik beberapa iklan "penguntit" (stalker) yang melanggar kebijakannya dengan mempromosikan aplikasi yang mendorong calon pengguna untuk memata-matai ponsel pasangan mereka.
Aplikasi spyware tingkat konsumen ini sering dipasarkan kepada orang tua yang ingin memantau panggilan, pesan, aplikasi, foto, dan lokasi anak mereka, seringkali dengan kedok melindungi dari pemangsa.
Tetapi aplikasi ini, yang sering dirancang untuk dipasang secara diam-diam dan tanpa persetujuan pemilik perangkat, telah digunakan kembali oleh pelaku untuk memata-matai telepon pasangan mereka.
Meningkatnya penggunaan apa yang disebut "stalkerware" (atau coupleware), mendorong respons industri dalam beberapa tahun terakhir untuk memerangi penyebaran aplikasi pemantauan telepon.
Pembuat antivirus telah bekerja untuk mendeteksi penguntit dengan lebih baik dan otoritas federal mengambil tindakan terhadap pembuat spyware yang semakin mengekspos korban mereka terhadap ancaman keamanan.
Agustus lalu, Google melarang iklan di hasil pencarian pengguna yang mempromosikan aplikasi yang dirancang “dengan tujuan untuk melacak atau memantau orang lain atau aktivitas mereka tanpa izin mereka.”
Dilansir laman TechCrunch, Rabu (13/10/2021), menemukan lima pembuat aplikasi masih mengiklankan aplikasi penguntit mereka baru-baru ini minggu lalu.
“Kami tidak mengizinkan iklan yang mempromosikan spyware untuk pengawasan mitra,"kata juru bicara Google kepada TechCrunch.
Google segera menghapus iklan yang melanggar kebijakan ini dan akan terus melacak perilaku yang muncul, untuk mencegah pelaku jahat mencoba menghindari sistem deteksi perusahaan.
Baca Juga: Honor Kembali Luncurkan Smartphone Beraplikasi Google
Google mengatakan, kebijakannya tentang mengaktifkan perilaku tidak jujur, yang mengatur promosi spyware, melarang iklan mempromosikan pengawasan pasangan intim.
Tapi, juru bicara itu mengonfirmasi, kebijakan ini tidak mencakup iklan yang mempromosikan pelacakan aktivitas anak atau tempat kerja yang memantau perangkat karyawan mereka.
Kebijakan tersebut juga mengecualikan layanan investigasi pribadi, meskipun Google tidak akan mengatakan apakah atau bagaimana menentukan untuk tujuan apa aplikasi digunakan.
Malwarebytes, anggota pendiri Coalition Against Stalkerware, sekelompok perusahaan yang berkomitmen untuk memerangi ancaman yang berkembang dari stalkerware, mengatakan tahun lalu bahwa kebijakan itu “tidak lengkap”.
Pasalnya, dapat memungkinkan pembuat stalkerware untuk melewati aturan dengan mengubah wajah dari apa yang yang mereka jual, tanpa mengubah teknologi inti di dalamnya.
Juru bicara Google menolak memberikan secara spesifik tentang cara kerja penegakan Google, tetapi mengatakan, melihat kombinasi faktor untuk menentukan apakah sebuah iklan melanggar kebijakannya.
Berita Terkait
-
Saingi Twitter, Google Mau Buat Fitur untuk Pajang Berita Terkini
-
Pesatnya Perkembangan Cloud, Google Cloud Skills Boost Resmi Diluncurkan
-
6 Berita Viral Lucu dan Penting Senin 11 Oktober Pagi yang Patut Kamu Ketahui
-
Stem Gitar Bisa Dibantu Google Search, Ini Caranya
-
Google Assistant Bisa Diperintah Tanpa Perlu Kalimat Pembuka, "Hey Google"
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
6 Alasan iPhone Sangat Worth It untuk Pemakaian Jangka Panjang di 2026
-
17 Kode Redeem MLBB 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin Eksklusif hingga Diamond Gratis
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan, Spek Canggih!
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 3 Februari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Monster Truck Gratis