Suara.com - BNPB: Sebanyak 17.032 Bencana Terjadi Lima Tahun Terakhir, 1.043 Jiwa Melayang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dalam lima tahun terakhir terjadi 17.032 peristiwa bencana alam di Indonesia, menyebabkan 30.139.694 jiwa mengungsi, 28.928 jiwa luka-luka, 6.655 jiwa meninggal dan 1.043 jiwa hilang hingga saat ini.
"Dari 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2020 telah terjadi lebih dari 10 ribu kejadian bencana alam di Indonesia, didominasi oleh bencana cuaca ekstrem, kemudian banjir dan tanah longsor," kata Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati di Ambon, Rabu (13/10/2021).
Ia mengatakan berdasarkan potensi dan dampak yang diakibatkan, BNPB memetakan bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam 10 tipe, yakni gempa bumi, erupsi gunung api, tsunami, gempa bumi dan tsunami, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang pasang dan abrasi, kekeringan, banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Bencana alam terbanyak dipicu cuaca ekstrem sebanyak 5.436 kejadian, disusul banjir 4.936 kali, tanah longsor 3.835 kali, karhutla sebanyak 2.144 kali, gelombang pasang dan abrasi ada 147 kejadian, gempa bumi sebanyak 109 kali, erupsi gunung api 85 kali terjadi, tsunami satu kali, dan gempa bumi yang menghasilkan tsunami satu kali.
Kejadian tersebut menyebabkan 30.139.694 jiwa terpaksa harus mengungsi, 28.928 jiwa mengalami luka-luka, 6.655 jiwa meninggal dunia dan 1.043 orang dinyatakan hilang hingga saat ini.
Sebanyak 1.682.981 jiwa (56,57 persen) mengungsi karena banjir, 829.008 jiwa (27,87 persen) akibat gempa bumi, 181.366 jiwa (6,10 persen) karena gempa bumi dan tsunami, 165.003 jiwa (5,55 persen) akibat letusan gunung api, 52.737 jiwa (1,77 persen) akibat tanah longsor, 42.325 jiwa (1,42 persen) karena tsunami, 18.819 jiwa (0,63 persen) akibat cuaca ekstrem, 2.418 jiwa (0,08 persen) akibat gelombang pasang dan abrasi, dan 154 jiwa (0,01 persen) mengungsi karena karhutla.
Sementara untuk korban meninggal dunia akibat bencana alam didominasi oleh gempa bumi dan tsunami sebanyak 3.674 jiwa (55,2 persen), disusul banjir sebesar 963 jiwa (14,5 persen), 757 jiwa (11,4 persen) akibat gempa bumi dan 663 jiwa (10,0 persen) akibat tanah longsor.
"Selain bencana alam yang telah terpetakan, pemerintah telah menetapkan penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional non alam pada 13 April 2020," ucap Raditya.
Baca Juga: BNPB: Bencana Hidrometeorologi di Indonesia Akibat Perubahan Iklim
Dikatakannya lagi, bencana alam yang terjadi selama 2016-2020 juga menyebabkan dampak rusaknya rumah warga dan fasilitas umum. Tercatat ada 596.661 rumah rusak, 165.542 di antaranya rumah rusak berat dan tidak bisa ditinggali lagi, 112.412 rusak sedang dan 318.707 rusak ringan.
Sementara total fasilitas umum yang rusak sebanyak 15.778, 7.632 bangunan di antaranya adalah fasilitas pendidikan, 4.331 fasilitas peribadatan dan 995 adalah fasilitas kesehatan.
"Korban meninggal paling banyak diakibatkan oleh gempa bumi dan tsunami, korban mengungsi paling banyak disebabkan oleh banjir, sedangkan kerusakan rumah paling banyak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Potret Terkini Lumpur Lapindo di Usia 20 Tahun Bencana
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED