Facebook juga menggelontorkan uang ke perangkat lunak untuk mengaktifkan sistem “teleportasi” ke tempat lain (contoh: kantor) sehingga seolah-olah pengguna benar-benar ada di sana. Mereka juga menciptakan perangkat fisik seperti kacamata AR dan headset VR yang lebih canggih.
Kebutuhan metaverse
Zuckerberg berharap Facebook dapat melakukan transisi ini dalam lima tahun ke depan. Sehingga, pada akhir dekade ini, perangkat seperti headset dan kacamata AR dapat siap digunakan sehari-hari.
Agar berhasil, Facebook harus membuat VR miliknya dapat dapat beroperasi dengan sistem metaverse yang dibuat oleh perusahaan lain secara online. Sistem ini juga harus dibuat dengan skala besar atau masif supaya dapat berjalan dengan baik ketika semakin banyak orang ikut menggunakannya.
Proses transisi tentu akan memakan biaya yang sangat mahal. Namun, upaya integrasi teknologi ini memang dibutuhkan.
Facebook telah menghadapi gugatan dalam kasus antimonopoli untuk praktik anti-persaingan. Gugatan tersebut gugur, namun pemerintah Amerika Serikat (AS masih mengupayakan peraturan yang dapat memaksa Facebook dan raksasa teknologi lainnya untuk berhenti meraksasa.
Facebook pun memiliki banyak musuh – musuh yang cukup besar sebagai imbas dari skandal Cambridge Analytica. Dalam skandal itu, Facebook dituding mengambil data pengguna tanpa persetujuan mereka. Penanganan isu privasi oleh perusahaan juga dipersoalkan.
Menciptakan sebuah produk metaverse yang sepenuhnya dapat beroperasi dengan segala produk metaverse lain tidak hanya berpotensi meyakinkan orang-orang tentang tujuan utama Facebook. Sistem ini juga akan sulit dihentikan di masa depan.
Jika metaverse ini beroperasi, maka pesaing Facebook juga akan merasa kesulitan untuk membuat sistem tandingan. Sistem metaverse Facebook juga kian bernilai seiring semakin banyak orang menjadi bagian dari jaringan ini.
Baca Juga: Bos Twitter Ejek Rencana Mark Zuckerberg soal Facebook Metaverse
Adapun pandangan ini berasal dari gagasan efek jaringan (networking effect) yang dimanfaatkan Facebook dan raksasa online Amerika lainnya untuk menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar.
Mengubah model bisnis bukanlah keputusan sepele. Banyaknya pelanggan yang terjebak di rumah selama lebih dari setahun karena COVID membuat seluruh sendi-sendi perusahaan kian membara. Facebook melaporkan penjualan iklan kuartal kedua 2021 meningkat 57%, dan sebesar 7% kenaikan pengguna aktif bulanan (yakni 170 juta lebih pengguna).
Torehan lainnya adalah kenaikan pendapatan bersih hampir dua kali lipat menjadi 10,4 miliar dolar (Rp 148,3 triliun). Hingga akhir Juni, perusahaan itu memiliki uang sebesar 64 miliar dolar (Rp 912 triliun).
Saat ini, iklan mendominasi bisnis sosial di Facebook. Namun ternyata, langkah Facebook menuju perusahaan metaverse justru meningkatkan menambah potensi sumber pendapatan baru.
Di Facebook, pengguna terbiasa membagikan pemikiran, gambar, posting, aktivitas, acara, dan minat secara daring tanpa membayar. Kelak, pengguna bisa saja bersedia merogoh kocek untuk pelayanan interaktivitas lebih baik yang akan tersedia di dunia metaverse. Misalnya untuk memasuki area pribadi tertentu atau untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti berteleportasi selama lebih dari beberapa menit pada suatu waktu.
Zuckerberg menyampaikan keyakinannya bahwa Facebook akan menghasilkan uang dari penjualan barang dan pengalaman virtual tertentu. Apakah kita akan membayar untuk pakaian avatar paling keren di masa depan, misalnya? Atau mungkin kita juga akan rela membayar demi melihat film terbaru di bioskop virtual?
Di dunia baru ini, kita mungkin akan berinteraksi dengan satu sama lain lebih sering dibanding biasanya. Hal ini menunjukkan lebih banyak peluang pendapatan bagi para penjaga gerbang.
Singkatnya, upaya menciptakan dunia virtual bagi pengguna untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga mereka bukan sekadar visi yang mewah, namun juga kebutuhan bisnis. Mark Zuckerberg berhasil menciptakan platform media sosial pertama yang menjadi standar global. Sekarang, dalam realitas virtual, ia sedang mencoba mengulang kesuksesan yang sama.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?
-
Sulsel Tembus 100 Persen Penerapan Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Gubernurnya Andi Sudirman
-
DCF 2026 Jadi Mesin Ekonomi Dieng, Penginapan Nyaris Penuh
-
Pembiayaan Pindar ke UMKM Terus Meningkat, Nilainya Tembus Rp35,12 Triliun
-
Geopolitik Memanas, Indonesia Diam-Diam Jadi Rute Kabel Laut Yang Disayang Raksasa Teknologi Dunia
-
Cosmos Mini Digital Rice Cooker 0,3 L Cukup untuk Makan Berapa Orang?
-
Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan
-
Segini Tarif Menginap di The Stafford London, Hotel Mewah yang Lagi Viral
-
Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW
-
Ulasan The Book You Wish Your Parents Had Read: Belajar Menjadi Orang Tua dari Kesalahan Masa Lalu