Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan beberapa tantangan penyediaan pita frekuensi untuk pengoperasian jaringan internet 5G di Indonesia, salah satu tantangan yang paling dominan adalah frekuensi yang saat ini masih digunakan layanan siaran televisi dan satelit.
"Untuk low band (pita 700 MHz), bersyukur dengan adanya UU Cipta Kerja kita akhirnya memiliki jalan. Kita bisa memanfaatkan ini di tahun depan, karena selama ini jalan ini sulit untuk ditembus,” kata Direktur Penataan Sumber Daya Kementerian Kominfo Denny Setiawan dalam webinar, Rabu (27/10/2021).
Pita frekuensi 700 MHz sebelum ada UU Cipta Kerja digunakan untuk siaran TV Analog namun kini sedang dalam tahap migrasi. Setelah UU Cipta Kerja diteken, kebijakan Analog Switch Off (ASO) hadir dan mengharuskan siaran analog bermigrasi ke ranah digital paling lambat November 2022.
Selain untuk mendukung layanan siaran tv digital di Indonesia, pita 700 MHz juga dapat digunakan untuk implementasi dan pengembangan jaringan 5G.
Tantangan lainnya muncul untuk pemanfaatan pita middle band frekuensi 2,6 GHz yang saat ini pemanfaatannya didominasi untuk siaran-siaran TV Satelit. Sebagai solusi penyediaan pita 2,6 GHz itu, Kementerian Kominfo akan menunggu sampai masa izin dari TV satelit itu berakhir di 2024.
"Bisa lebih cepat, percepatannya tentu menunggu yang kini sedang berproses," ujar Denny.
Pada penyediaan pita middle band 3,5 GHz, tantangan yang dihadapi adalah saat ini frekuensi tersebut digunakan oleh operator satelit nasional serta satelit asing. Dengan masih panjangnya kontrak penggunaan pita frekuensi itu, Kementerian Kominfo memilih untuk melakukan moratorium izin.
"Jadi untuk satelit asing kami tidak lagi memberikan izin, nah untuk yang sudah ada atau eksisting kami sudah berkirim surat untuk melakukan migrasi,” ujar Denny.
Untuk pita 3,5 GHz itu, Kementerian Kominfo akan mulai berproses pada 2023. Terakhir untuk penyediaan pita high band di 26-28 GHz yang dinilai paling ideal untuk kehadiran 5G masih dalam masa kajian.
Baca Juga: Kolaborasi Penting untuk Akselerasi Teknologi 5G di Indonesia
“Ekosistemnya kita lagi bertumbuh, jadi kami harus hati- hati. Karena bandwith-nya memang besar, tapi area yang dijangkaunya sangat kecil. Kami harus pikirkan fiberisasinya,” kata Denny.
Selain menyediakan pita frekuensi, Denny juga menyebutkan persiapan SDM untuk memanfaatkan jaringan 5G harus dilakukan sejak saat ini agar potensi dan peluang yang dihadirkan bisa lebih besar mendukung ekonomi Indonesia. [Antara]
Berita Terkait
-
5 Smart TV Terbaik dengan Harga Terjangkau, Layar Jernih 32 Inch Mulai Rp2 Jutaan
-
Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra
-
6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral
-
Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur
-
Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan
-
IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM
-
Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar
-
18 Kode Redeem FC Mobile Aktif 29 Agustus 2026, Kesempatan Dapat Pemain OVR 118 dan Koin Gratis