Suara.com - Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mulyadi mengatakan kolaborasi pemangku kepentingan penting untuk mengakselerasi 5G di Indonesia.
"Penting sekali bagi pemangku kepentingan untuk berkolaborasi demi mempercepat 5G," kata Mulyadi, ditulis pada Rabu (27/10/2021).
Lebih lanjut, ia menjelaskan masing-masing peran para pemangku kepentingan. Pertama adalah Kementerian Kominfo yang memiliki peran untuk memberikan arah pengembangan teknologi, menyediakan playing field dengan regulasi, memfasilitasi pengembangan ekosistemnya, dan mengorkestrasi pengembangan TIK.
Selanjutnya, adalah Kementerian/Lembaga Sekretariat Pemerintah Daerah. "K/L sekretariat memfasilitasi pengembangan 5G di sektor masing-masing. Lalu, pemda memberikan fasilitasi untuk pembangunan infrastruktur pasif di daerah masing-masing," jelas Mulyadi.
Kolaborasi selanjutnya datang dari industri TIK yang terdiri dari vendor perangkat, perusahaan rintisan (startup), pengembang (developer), komunitas, dan lainnya. Mereka diharapkan mampu berperan dalam menghadirkan 5G di semua segmen smartphone.
"Selanjutnya, mengembangkan aplikasi/konten dengan fitur 5G, dan bekerja sama dengan para operator untuk mengembangkan solusi 5G," kata dia.
Bicara soal operator telekomunikasi, Mulyadi memaparkan perannya adalah sebagai berikut. Pertama adalah membangun infrastruktur 5G yang bersifat intelegent connectivity, serta bekerja sama dalam pengembangan solusi 5G untuk industri vertikal.
Pihak lain yang disinggung oleh Mulyadi untuk berkolaborasi adalah badan usaha; akademisi atau perguruan tinggi yang berperan dalam menyediakan sumber daya manusia atau talenta digital yang kompetitif; serta media yang berperan penting dalam mendorong dan memberikan umpan balik bagi seluruh sektor untuk menuju kesadaran transformasi digital.
Saat disinggung mengenai perangkat 5G di Indonesia, Mulyadi menilai salah satu upaya pemerintah untuk memasyarakatkan teknologi baru tersebut, adalah dengan melibatkan industri di dalam negeri untuk berproduksi.
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Jangan Cuma Jadi Konsumen di tengah Pengembangan 5G
Hal ini senada dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate yang sebelumnya mengumumkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang harus dipenuhi oleh perangkat 4G dan 5G yang akan beredar dan digunakan di Indonesia naik menjadi 35 persen.
"Diharapkan, kebijakan ini dapat mendorong tumbuhnya industri perangkat telekomunikasi dalam negeri sehingga dapat lebih terlibat dalam pengembangan dan pembangunan infrastruktur teknologi komunikasi berbasis 4G dan 5G," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura