"Kami punya ide kasar," Brophy menjelaskan. “Kita tahu lajunya tidak secepat simpanse dan tidak selambat manusia modern. Dengan sedikitnya jumlah non-dewasa dalam catatan fosil, sangat sulit untuk direkonstruksi,” katanya.
Data langka yang dikumpulkan dalam sistem gua Bintang Baru dan sekarang sebagian tengkorak anak Homo naledi, dapat memungkinkan rekonstruksi berbagai tahap kehidupan mereka.
Para ilmuwan menemukan fosil tersebut pada 2017, dan mereka menamakannya “Leti”, yang merupakan kependekan dari Letimela—kata Setswana untuk “yang hilang.”
Penyebab kematian tidak dapat ditentukan, karena tidak ada tanda-tanda cedera atau penyakit yang ditemukan pada fragmen tengkorak atau gigi.
Leti mungkin berusia antara empat dan enam tahun ketika mereka meninggal, tetapi perkiraan ini mengasumsikan pola pertumbuhan gigi yang konsisten dengan manusia modern.
Jenis kelamin tidak dapat ditentukan, demikian pula tinggi atau berat badan anak tidak dapat ditentukan. Anehnya, tim tidak menentukan tanggal fosil.
Sebagai tengkorak pertama yang diketahui milik anak Homo naledi, para ilmuwan hanya bisa membandingkannya dengan orang dewasa lain dari spesies yang sama, tetapi memang cocok dalam beberapa hal penting.
Sama halnya dengan gigi dalam hal bentuk, ukuran, dan bentuk. Volume otak Leti diperkirakan sekitar 450 hingga 610 sentimeter kubik, yang berdasarkan perkiraan usia, kira-kira 90 persen hingga 95 persen ukuran otak Homo naledi dewasa.
Salah satu aspek yang lebih menarik dari penemuan ini adalah di mana fosil itu ditemukan—bagian gua yang sulit dijangkau.
Baca Juga: Dari Mojokerto Hingga Flores, Ini Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia
Dalam siaran persnya, antropolog biologi Marina Elliott, yang berpartisipasi dalam penemuan awal Homo naledi, mengatakan bahwa itu adalah salah satu situs yang lebih menantang dengan fosil hominin yang harus dikunjungi dalam sistem Bintang Baru.
Bagaimana tengkorak Leti berakhir di tempat itu tetap menjadi misteri.
“Namun, tidak ada kerusakan pemangsa atau pemulung yang terlihat di bagian mana pun dari tengkorak, juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa sedimen di sekitar Leti telah dipindahkan oleh air atau cara lain yang mungkin mengakibatkan pengendapan tengkorak ke dalam lokasi terpencil,” kata Brophy kepada saya.
Hipotesis yang muncul bahwa Leti ditempatkan di lorong oleh orang lain.
Alasan penempatan khusus seperti itu mungkin ada hubungannya dengan cara orang-orang kuno memperlakukan orang mati.
Hominin awal diketahui telah menempatkan tubuh jauh di dalam gua, baik sebagai semacam ritual kematian atau untuk menjauhkan mereka dari binatang (atau kombinasi keduanya, atau untuk alasan yang tidak diketahui).
Berita Terkait
-
Proses Ditemukannya Kerangka Manusia Purba yang Bikin Heboh Dunia Akademik
-
Pertama! Mumi Mesir Direkonstruksi dengan Data Genetik
-
Balai Arkeologi Maluku Temukan 150 Gambar Cadas Prasejarah di Pulau Kisar
-
Cari Jejak Manusia Purba, Peneliti Temukan 150 Gambar Cadas Pra Sejarah di Pulau Kisar
-
Penemuan DNA Manusia Purba di Maros Mengungkap Asal Usul Manusia Indonesia
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ragnarok Origin Classic Umumkan Turnamen Perdana, Total Hadiah Rp 16,8 Miliar
-
7 HP Rp1 Jutaan Terbaik 2026: Harga Murah Dapat RAM Besar, Kamera Resolusi Tinggi
-
Xiaomi 17 Ultra vs OPPO Find X9 Pro, Mana Lebih Unggul? Ini Perbandingan Spesifikasinya
-
26 Kode Redeem FC Mobile 4 Maret 2026: Klaim Tiket Ramadan dan Bocoran Pele 117
-
33 Kode Redeem FF 4 Maret 2026: Klaim Celana Angel Ungu dan Katana Ramadan
-
5 Daftar iPhone Harga Rp10 Juta ke Bawah Maret 2026, iPhone 16e Paling Menggoda
-
4 Rekomendasi HP dengan Video Stabilizer Harga 3 Jutaan: Hasil Sinematik, Minim Guncangan!
-
5 HP Infinix Baterai Jumbo Paling Murah Terbaru 2026, Mulai Sejutaan
-
5 HP Android Mirip iPhone 17 Pro Max, Ada Kamera Boba Jermih Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Apakah Bisa Gadai Kulkas di Pegadaian? Begini Caranya