Suara.com - Kita benar-benar terbuat dari bahan bintang, seperti yang pernah dikatakan astronom Carl Sagan.
Untuk pertama kalinya, para astronom mendeteksi elemen yang ditemukan di tubuh kita di galaksi yang berjarak lebih dari 12 miliar tahun cahaya.
Unsur fluor, dapat ditemukan di tulang dan gigi kita sebagai fluoride.
"Kita semua tahu tentang fluor karena pasta gigi yang digunakan setiap hari mengandungnya," kata penulis utama studi Maximilien Franco, seorang peneliti postdoctoral astrofisika di University of Hertfordshire di Inggris, dalam sebuah pernyataan.
Menurut pengakuannya, para peneliti tidak tahu jenis bintang mana yang menghasilkan sebagian besar fluor di alam semesta.
Unsur-unsur yang ditemukan di tata surya kita, di Bumi dan bahkan di tubuh kita sendiri berasal dari dalam inti bintang, yang melepaskannya dalam ledakan bintang.
Tapi misteri bagaimana fluor diciptakan di dalam bintang-bintang ini tetap ada.
Para peneliti menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array di Chili untuk mendeteksi fluor di galaksi pembentuk bintang yang sangat jauh.
Fluor hadir sebagai hidrogen fluorida di awan gas galaksi NGP-190387. Cahaya dari galaksi ini telah menempuh perjalanan lebih dari 12 miliar tahun untuk mencapai kita.
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Henna di Tangan, Mudah dan Tidak Menyakitkan
Menurut para astronom, galaksi seperti yang terlihat ketika alam semesta baru berusia sekitar 1,4 miliar tahun.
Para peneliti menuturkan, bintang-bintang yang melepaskan fluor ke seluruh alam semesta kemungkinan hidup cepat dan mati muda.
Hal ini menunjukkan bintang Wolf-Rayet sebagai kemungkinan asal mereka.
Bintang-bintang yang berevolusi ini sangat masif, tetapi mereka hanya bertahan selama beberapa juta tahun, garis waktu yang singkat jika dibandingkan dengan 13 miliar tahun alam semesta.
Hanya beberapa bintang masif yang berevolusi menjadi Wolf-Rayets saat mereka mendekati akhir hidup mereka.
Tahap ini berlangsung beberapa ratus ribu tahun, tetapi dalam masa hidup bintang, itu sangat singkat.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Pakai Satu Sikat Gigi Bersama Meski Satu Keluarga, Ahli Ungkap Bahayanya
-
5 Kesalahan saat Menggunakan Obat Kumur, Jangan Lakukan Lagi
-
Tren Campur Pasta Gigi dengan Obat Kumur Viral di TikTok, Dokter Gigi Angkat Bicara!
-
Jangan Pakai Odol Banyak-banyak, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Penyebabnya
-
Bukan Produk Sembarangan, Pasta Gigi Rachel Vennya Harganya Ratusan Ribu
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata