Eksploitasi WFH yang berkelanjutan.
Sistem kerja jarak jauh yang menjadi tren, para pelaku kejahatan siber akan terus mengeksploitasi komputer rumah karyawan yang tidak terlindungi atau tidak ditambal sebagai cara untuk menembus jaringan perusahaan.
Rekayasa sosial untuk mencuri kredensial dan serangan brute force pada layanan perusahaan untuk
menuju akses ke server dengan perlindungan lemah akan terus berlanjut.
Peningkatan intrusi APT di wilayah META (Middle East, Turkey, and Africa), terutama di Afrika.
Ketegangan geopolitik di kawasan yang meningkat, berarti spionase dunia juga turut mengikuti.
Selain itu, pertahanan baru di kawasan ini terus meningkat dan menjadi lebih canggih.
Sehingga, tren ini menunjukkan bahwa serangan APT utama di wilayah META akan menargetkan Afrika.
Ledakan serangan terhadap keamanan cloud dan layanan outsourcing.
Banyak bisnis menggabungkan komputasi awan dan arsitektur perangkat lunak berdasarkan layanan mikro dan berjalan pada infrastruktur pihak ketiga, yang lebih rentan terhadap peretasan.
Baca Juga: 5 Skenario Serangan Siber dan Cara Samsung Lindungi Smartphone-mu
Hal ini membuat semakin banyak perusahaan menjadi target utama serangan canggih di tahun mendatang.
Kembalinya serangan tingkat rendah: bootkit akan muncul kembali ke permukaan.
Semakin populernya Secure Boot di kalangan pengguna desktop, para pelaku kejahatan siber terpaksa mencari eksploitasi atau kerentanan baru dalam mekanisme keamanan ini untuk menembus sistem keamanannya.
Dengan demikian, pertumbuhan jumlah bootkit diprediksi meningkat pada 2022.
Negara mulai mengklarifikasi praktik pelanggaran dunia maya yang dapat diterima.
Tahun depan, beberapa negara akan mempublikasikan taksonomi (pengelompokan) pelanggaran siber berupa sejumlah kategori dan jenis vektor serangan yang dapat diterima.
“Selama beberapa tahun terakhir, berdasarkan pengetahuan para ahli, kami telah mampu memprediksi banyak tren masa depan di dunia keamanan siber," kata Ivan Kwiatkowski, peneliti keamanan senior di Kaspersky.
Dia menambahkan, sangat penting terus melacak aktivitas terkait APT, serta mengevaluasi dampak dari serangan yang ditargetkan tersebut.
"Kami berharap dapat membantu pengguna untuk lebih siap menghadapi masa depan mereka di dunia maya,” tutupnya dalam keterangan resminya, Selasa (23/11/2021).
Berita Terkait
-
DDoS Kuartal III Tumbuh 24 Persen, Menjadi Lebih Canggih
-
Serangan Siber Bisa Mengancam Sektor Perbankan
-
Waspadai Keamanan Data Kartu Kredit saat Belanja Online
-
Kaspersky: 61% Orang Tua Masih Lalai IkutiAturan Penggunaan Gadget untuk Anak
-
Segera Periksa Gmail dan Hotmail! Ada Peretasan Besar ke Pusat Data
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud