Suara.com - CEO baru Twitter sedang mereorganisasi perusahaan, dengan dua eksekutif puncak dihapus sebagai bagian dari perombakan.
Sebuah dokumen peraturan menjelaskan bahwa Twitter sedang merestrukturisasi beberapa divisi.
Mulai dari Konsumen, Pendapatan, dan Teknologi Inti sebagai upaya untuk "mendorong peningkatan akuntabilitas, kecepatan, dan efisiensi operasional.”
Dilansir laman The Verge, Minggu (5/12/2021), Kayvon Beykpour, Bruce Falck, dan Nick Caldwell akan memimpin ketiga tim tersebut.
Sebagai bagian dari perubahan, pimpinan teknik Twitter, Michael Montano dan pimpinan desain dan penelitiannya, Dantley Davis, akan meninggalkan posisi mereka pada akhir tahun mendatang.
Profil Fast Company Davis, yang diterbitkan pada September lalu, menggambarkannya sebagai "eksekutif kulit hitam pertama yang melapor kepada CEO sejak Twitter go public."
Menurut The New York Times, ia bergabung dengan perusahaan pada 2019 untuk membantu membuat perubahan besar pada budaya perusahaan, dalam upaya untuk memperbaiki stagnasi.
Beberapa karyawan dilaporkan menemukan perubahan yang dibuat tidak menyenangkan, mengatakan bahwa mereka tidak terbiasa diminta untuk mengkritik satu sama lain.
Beykpour, kepala produk konsumen Twitter, dikutip oleh Fast Company mengatakan bahwa Dantley bergabung dengan Twitter adalah salah satu titik perubahan terpenting yang diyakini telah dialami.
Baca Juga: Twitter Hapus 3.400 Akun Propaganda Pemerintah
Kemudian pada Jumat (3/12/2021) waktu setempat, Davis memosting di Twitter mengatakan bahwa dia merasa terhormat telah menjadi bagian dari perjalanan di Twitter.
Perombakan ini akan menjadi perubahan besar kedua di perusahaan minggu ini.
Pada Senin (29/11/2021), pendiri Twitter Jack Dorsey mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari perusahaan, meninggalkan CTO Parag Agrawal yang bertanggung jawab.
Twitter mengatakan, reorganisasi dimaksudkan untuk mempercepat pengambilan keputusan perusahaan.
“Parag berfokus pada keunggulan operasional dan menyiapkan Twitter untuk mencapai tujuannya; perubahan ini dibuat dengan mempertimbangkan hal itu,” kata juru bicara Twitter Laura Alexander kepada The Verge.
Berita Terkait
-
Jack Dorsey Dikabarkan Mundur dari Jabatan CEO Twitter
-
Viral Cewek Curhat Bingung Alasan Cowok Malah Ngilang Usai Ditolak, Tuai Perdebatan Publik
-
Twitter Siapkan 3 Fitur Baru, Ada Reaksi Emoji hingga Downvote
-
Supardi Jadi Trending Topic usai Persib Ditekuk Arema FC
-
Jika Prestasi Seseorang Ditentukan Oleh Jumlah Like di Media Sosial
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation