Setelah melalui proses seleksi ketat, terdapat total empat startup dari Bandung dan Melbourne yang terpilih menjadi pemenang.
Mereka adalah MUVi (Melbourne) yang bergerak pada riset media dan kesehatan publik, PoreBlock (Bandung) yang melakukan terobosan industri bahan bangunan, terutama dalam hal paving block berpori untuk mengurangi resiko banjir.
Kemudian, Culture Academy (Bandung) sebagai platform pemberdayaan keterampilan bagi UMKM di Indonesia dan POPS4Public (Melbourne) menyediakan akses lebih besar kepada pengguna terhadap privately owned public spaces atau ruang publik milik privat.
“Kami terdorong untuk melanjutkan dan mengimplementasikan karya ini agar bisa berkontribusi menyelesaikan permasalahan banjir,” ungkap Anisa Azizah, CEO dari PoreBlock.
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh MUVi, Culture Academy, serta POPS4Public. Bahkan, POPS4Public mendapatkan tawaran partisipasi dalam pendanaan tahap awal.
“Kami mendapatkan kesempatan untuk berkenalan langsung dengan jajaran pemerintah lokal," ujar Mohammad Mohammadi, Founder dari POPS4Public.
MUVi berharap bisa mendapatkan kesempatan lebih jauh untuk membuat koneksi lebih luas dengan pemangku kepentingan di Australia dan Indonesia setelah memenangkan kompetisi ini.
“Kami berharap ada lebih banyak kesempatan untuk berkenalan atau mendalami sesi networking, untuk saling sharing dengan startup-startup partisipan yang lain,” ungkap Murray McDonald, direktur dari MUVi.
Deakin University akan meluncurkan portal kolaborasi bisnis khusus yang dapat diikuti oleh setiap peserta.
Baca Juga: Jakarta Future City Forum 2021 Berdayakan Pengusaha, Pemerintah dan Masyarakat
SPARK Deakin berkolaborasi dengan Kota Melbourne dan berbagai mitra di Bandung termasuk The Greater Hub Incubator di Institut Teknologi Bandung, berencana kembali menghadirkan Seri Inovasi Melbourne-Bandung Versi 2.0 pada 2022.
Fokus seri kedua adalah pada Pemulihan Covid-19 di Melbourne dan Bandung, dengan fokus mengeksplorasi solusi inovatif dan kreatif untuk merevitalisasi sektor-sektor tertentu yang terkena dampak pandemi terbesar.
Berita Terkait
-
BTN Andalkan Inovasi Digital untuk Menggarap Pasar Perumahan
-
Kemenpora Susun NSPK Pengembangan Kewirausahaan
-
TelkomGroup Hadirkan eCard, Inovasi Digital dalam Layanan Kesehatan
-
Dear Konsumen Jateng dan DIY, Pesta Otomotif MOAS Kedua Sudah Dimulai
-
Selain Inovasi Digital, Menteri BUMN Sebutkan Baterai Mobil Listrik
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
-
5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Juni: Ada Diamond Gratis, Emote Pildun, dan Loot Box
-
EA Sports FC 26 Dapat Diskon Besar: Cuma Rp50 Ribu di Steam, Versi Switch Gratis
-
HP Murah Vivo Y500 4G Siap ke Indonesia dan Nepal, Usung Baterai 8.100 mAh
-
5 HP OPPO dengan Desain Kamera Mirip iPhone, Mulai Harga Rp2 Jutaan
-
Asus Dawn 7S Debut dengan Varian Anyar, Usung RAM 16 GB dan Ryzen AI 5 330
-
Huawei Ajukan Paten HP Mirip Galaxy Z Flip tapi 'Lipat Tiga', Ponsel Makin Compact
-
Spesifikasi dan Review Lenovo TA410: TWS Open-Ear Murah, Cocok Buat Olahraga
-
LG Roadshow 2026 Ungkap Tren Monitor Modern, dari UltraWide hingga Smart Monitor