Suara.com - Para ilmuwan iklim memasang stasiun cuaca di South Col dan mengungkapkan bahwa perubahan iklim telah mencairkan gletser di Mount Everest, gunung tertinggi di dunia.
Ekspedisi yang dilakukan pada 2019 itu melakukan pengukuran terhadap Gletser South Col, yang terletak tepat sebelum pendakian ke puncak.
Stasiun cuaca yang dipasang berfungsi untuk memantau kondisi dan mengekstraksi inti es sepanjang 32 kaki dari gletser tertinggi untuk menilai dampak perubahan iklim di atap Bumi.
"Ini menjawab salah satu pertanyaan besar, apakah gletser tertinggi di Bumi dipengaruhi oleh perubahan iklim akibat ulah manusia? Jawabannya adalah ya, dan sangat signifikan sejak akhir 1990-an," kata Paul Mayewski, ahli glasiologi di University of Maine dan pemimpin ekspedisi.
Dilansir dari CNET pada Jumat (4/2/2022), gletser telah berubah dari tumpukan salju ringan menjadi es yang lebih padat dalam beberapa dekade terakhir, yang membuatnya menyerap lebih banyak radiasi Matahari.
Lebih banyak panas yang terserap berarti lebih banyak pencairan dan sublimasi yang terjadi, sehingga membuat gletser menipis.
Para ahli mengatakan bahwa penipisan sekitar 180 kaki telah terjadi dalam 25 tahun. Dengan kata lain, gletser menipis lebih dari 80 kali lebih cepat daripada yang terakumulasi.
Akumulasi es senilai sekitar 2.000 tahun telah hilang sejak 1990-an dan berdasarkan tingkat penipisan saat ini, gletser Everest mungkin mulai kehilangan akumulasi es dalam beberapa dekade setiap tahun.
Tim ilmuwan mencatat bahwa angin kencang dan penurunan kelembaban juga berperan dalam pencairan gletser, tetapi kenaikan suhu udara bertanggung jawab atas sebagian besar hilangnya massa gletser.
Baca Juga: Fakta-Fakta Palung Mariana yang Lebih Dalam daripada Tinggi Gunung Everest
Sebelumnya pada tiga tahun yang lalu, operator ekspedisi yang bekerja di Everest mencatat bahwa penurunan salju dan lapisan es membuat mayat pendaki gunung yang meninggal saat mendaki terlihat.
Di sisi lain, gletser yang menghilang begitu cepat akan mengubah cara ekspedisi mendaki gunung dalam beberapa dekade mendatang.
Saat salju terus mencair, batuan dasar terjal di bawahnya akan terbuka. Hal itu dapat membuat mendaki puncak gunung jauh lebih sulit dan membutuhkan peralatan serta pengetahuan yang berbeda.
Sekitar satu miliar orang di wilayah tersebut bergantung pada pencairan air tawar dari gletser di pegunungan Himalaya. Meskipun pencairan glasial saat ini meningkat, penipisan yang cepat dapat menimbulkan masalah di masa depan dan berpotensi mengancam ketersediaan air di wilayah tersebut.
Ekspedisi tersebut juga menemukan dampak lain dari ulah manusia di Gunung Everest. Mikroplastik, termasuk poliester dan nilon, ditemukan di daerah yang dianggap para ilmuwan sebagai daerah terpencil dan murni. Kemungkinan besar, mikroplastik itu berasal dari pakaian dan tali panjat gunung.
Berita Terkait
-
Bukan Meninggalkan, Hanya Mendefinisikan Ulang: Kisah Anak Nelayan di Era Modern
-
Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?
-
Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores
-
Pemerintah Perkuat Komitmen Perubahan Iklim, Pengelolaan Karbon Jadi Sorotan di CDC 2025
-
Nasib Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dalam Cengkeraman Ekskavator
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya