Suara.com - Twitter mengumumkan akan memperluas uji coba fitur baru bernama Downvote ke beberapa pengguna di seluruh dunia. Kebijakan ini diambil setelah uji coba yang digelar pada Juli 2021 lalu memperoleh sambutan positif.
Fitur baru Twitter bernama Downvote ini sedikit mirip Dislike - sebagai kebalikan dari Like. Rencananya fitur ini hanya akan muncul pada balasan sebuah tweet dan akan digunakan pengguna untuk menentukan apakah sebuah balasan atau reply masih relevan atau tidak dengan topik yang dicuitkannya.
"Kami sudah belajar tentang jenis-jenis reply yang menurut kalian tak relevan dan karenanya kami akan memperluas uji coba ini - akan semakin banyak dari kalian yang diberi pilihan untuk menggunakan downvote pada balasan tweet," cuit Twitter dalam akun resminya.
Meski demikian Twitter menegaskan bahwa jumlah downvote pada sebuah cuitan balasan tidak bisa dilihat oleh pengguna lain. Ketika seorang pengguna mengklik downvote, maka hanya dia yang bisa melihatnya.
Dalam uji coba pertama, Twitter menyediakan tiga jenis downvote. Beberapa orang akan memiliki tombol upvote dan downvote, sementara yang lain hanya melihat tombol downvote di samping tombol love. Versi ketiga adalah tombol berbentuk jempol.
Lebih lanjut Twitter menambahkan bahwa, dalam uji coba, sebagian besar orang menggunakan tombol downvote untuk balasan yang dinilai menyinggung dan yang tidak relevan. Tombol downvote juga digunakan oleh orang untuk menandai cuitan yang tak mereka suka.
Fitur downvote dinilai bisa membuat percakapan atau diskusi di internet lebih sehat. Konten-konten yang ditandai dengan fitur downvote akan secara otomatis tenggelam dari percakapan utama.
Fitur downvote sendiri sudah digunakan pada forum online Reddit pada 2005. Facebook - salah satu media sosial disebut paling toxic di dunia - sempat mengembangkannya pada 2018, tetapi tak pernah terdengar lagi kabarnya. [Engadget]
Baca Juga: Fitur Baru Twitter Bernama Flock Dikembangkan, Fungsinya Mirip Close Friend di Instagram
Berita Terkait
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
-
Pengguna X Wajib Segera Daftarkan Ulang Kunci Keamanan Jika Tak Mau Kehilangan Akses ke Akun Pribadi
-
X Bikin Marketplace, Tapi Cuma untuk Jual Beli Akun Langka
-
Perang Tweet: Perselisihan Nicki Minaj dan Cardi B Pecah di Media Sosial
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
-
Andalkan Data Biometrik untuk Tingkatkan Performa, Garmin Ubah Cara Atlet Hybrid Race
-
Kurangi Ketergantungan Snapdragon, Samsung Tambah Porsi Exynos di Galaxy S27
-
vivo Y31d Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Baterai 7000mAh dan 90W FlashCharge
-
Motorola Edge 70 Pro Siap Rilis, Dukung Zoom Optik 3.5X dan Baterai Jumbo
-
Vivo X500 Siap Meluncur September 2026, Bawa Kamera Vlogging Canggih untuk Kreator Konten
-
Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026
-
7 HP Gaming Paling Murah April 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Rahasia Tetap Hemat Meski Tanggal Tua, Manfaatkan Fitur SPayLater
-
9 HP Infinix Untuk Gaming Termurah 2026, Spek Gahar Mulai Rp2 jutaan