3. Waktu terbaik mengamati Venus
Pada 9 Februari, Venus akan mencapai puncak kecerahannya sehingga itu merupakan waktu terbaik bagi pengamat untuk melihat Venus.
Pengamat bisa mulai mengamati Venus pada 20:41 WIB ketika kecerahannya mencapai minus (-) 4,8. Planet tersebut akan tampak sangat terang dalam pandangan mata telanjang.
Meski begitu, jika pengamat ingin melihat detail planet, pengamat masih harus menggunakan teleskop dengan pembesaran minimum 255 kali.
Orbit Venus terletak lebih dekat ke Matahari daripada Bumi, yang membuatnya selalu tampak dekat dengan Matahari dan sering hilang dalam sorotan bintang.
Hal ini dapat diamati selama beberapa bulan setiap kali mencapai pemisahan terbesar dari Matahari, momen yang disebut sebagai elongasi terbesar.
Penampakan ini berulang sekitar sekali setiap 1,6 tahun.
Pada kesempatan ini, Venus akan terlihat sangat terang dan mencolok sehingga menjadi objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan.
4. Bulan Purnama Snow Moon
Baca Juga: Purnama Super dan Gerhana Bulan Total, Ini Pertunjukkan Langit 2022
Bulan akan mencapai fase penuh pada 16 Februari sekitar pukul 23:56 WIB.
Pada Bulan Purnama Februari, Bulan akan disebut sebagai Snow Moon.
Praktek ini merujuk pada Farmers' Almanac di Amerika Serikat yang telah dipopulerkan dalam beberapa dekade terakhir.
Nama-nama yang digunakan oleh almanak itu diklaim memiliki asal-usul kuno dari suku-suku asli Amerika.
Bulan Purnama Februari disebut sebagai Snow Moon karena lebih banyak salju yang turun selama bulan ini daripada bulan lainnya di musim dingin.
Saat mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Leo dan terletak pada jarak 391.000 km dari Bumi.
Berita Terkait
-
Mengenal Fenomena Blue Moon yang Diperkirakan akan Terjadi Pada 22 Agustus 2021
-
Jangan Lewatkan! Saksikan Bulan Purnama Blue Moon Minggu Ini
-
Jangan Terlewat, Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Orionid
-
Jangan Terlewat! Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Perseid Besok
-
Hujan Meteor Perseid Bisa Dinikmati 12 - 13 Agustus di Indonesia
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 11 April 2026: Klaim Skin Evo Gun hingga AK47 Blue Flame Draco Gratis
-
Terpopuler: HP Snapdragon Paling Murah hingga Google Luncurkan Search Live
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI