Suara.com - Platform konferensi video populer, Zoom, minggu ini merilis pembaruan penting untuk aplikasi macOS-nya.
Langkah ini menyusul laporan pengguna tentang mikrofon yang masih tetap aktif meskipun setelah mengakhiri konferensi.
Untungnya, menurut perusahaan, ini hanyalah bug yang sekarang telah diperbaiki.
Sejak Desember tahun lalu, sejumlah pengguna telah mengeluhkan bug ini di Komunitas Zoom (melalui The Register).
Menurut mereka, mikrofon Mac tetap aktif bahkan setelah mengakhiri konferensi Zoom yang tentu saja menimbulkan masalah privasi.
Berkat fitur privasi baru yang diperkenalkan dengan macOS Monterey, menunjukkan titik oranye di bilah menu saat aplikasi menggunakan mikrofon, pengguna dapat segera menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan aplikasi Zoom.
Meskipun penyebab bug tidak diketahui, perusahaan kini telah memperbaikinya.
Zoom telah mengonfirmasi bahwa ada bug di aplikasi macOS-nya yang dapat menyebabkan indikator mikrofon sedang digunakan berwarna oranye muncul, bahkan setelah meninggalkan panggilan.
Menurut perwakilan perusahaan, versi terbaru aplikasi tidak lagi memiliki masalah ini, sebagaimana melansir laman 9to5mac, Senin (14/2/2022).
"Kami mengalami bug yang terkait dengan klien Zoom untuk macOS, yang dapat menunjukkan lampu indikator oranye terus muncul setelah meninggalkan rapat, panggilan, atau webinar. Bug ini telah diatasi di klien Zoom untuk macOS versi 5.9.3 dan kami menyarankan Anda memperbarui ke versi 5.9.3 untuk menerapkan perbaikan," tutur juru bicara Zoom.
Baca Juga: Mahasiswa Temukan Celah Kerentanan Apple Mac, Dihadiahi Rp 1,4 Miliar
Tentu saja, sebagian besar pengguna curiga karena Zoom tidak memiliki rekam jejak yang baik dalam mengkhawatirkan privasi data pengguna.
Pada Agustus tahun lalu, platform tersebut didenda 85 juta dolar AS, setelah berbohong tentang enkripsi ujung ke ujung pada layanannya.
Perusahaan meminta pengguna Zoom untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru yang tersedia dan merekomendasikan agar pembaruan otomatis diaktifkan, untuk mendapatkan patch keamanan segera setelah dirilis.
Berita Terkait
-
Kacamata Pintar Apple Disebutkan Meluncur Tahun Depan, Kekuatannya Setara Mac
-
Zoom Hapus Aplikasi untuk Pengguna Chromebook
-
Istri Joget-joget Bikin Suami Tak Fokus Rapat Online, Endingnya Tak Terduga
-
Gandeng Zoom Hadirkan CloudX Meeting 2.0, Kerja Virtual Makin Produktif
-
Zoom Uji Coba Tampilkan Iklan untuk Pengguna Gratis
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja