Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan kerja sama riset peningkatan dan penguatan informasi geospasial nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman.
"Kita sepakat untuk meningkatkan kapabilitas pembangunan informasi geospasial secara nasional, juga demi terwujudnya kebijakan satu peta dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (14/2/2022).
Pemerintah Indonesia memiliki program prioritas untuk menciptakan satu peta yang terunifikasi, akurat, dan akuntabel dengan skala yang sama dalam mendukung perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin, konsesi, hak atas tanah, dan kebijakan nasional berbasis spasial.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dan Kepala BIG, Muh Aris Marfai.
Ruang lingkup dari nota kesepahaman tersebut, meliputi pelaksanaan riset dan inovasi terkait penyelenggaraan informasi geospasial, pemanfaatan hasil riset dan inovasi bidang informasi geospasial, dan berbagi pakai data dan informasi geospasial.
Selain itu, kedua pihak juga berkolaborasi dalam pendayagunaan kepakaran riset dan inovasi di bidang informasi geospasial, pengembangan sumber daya manusia, serta penggunaan sarana dan prasarana.
“Dengan adanya kolaborasi terkait riset dan inovasi Informasi Geospasial (IG), ini menjadi milestone penting dalam pemanfaatan IG antara BIG dengan BRIN," tutur Kepala BIG, Muh Aris Marfai.
Aris menuturkan BIG akan mengawal penyelenggaraan peta dasar skala besar 1:5.000 selama dua hingga tiga tahun ke depan. Upaya itu tentunya membutuhkan dukungan setiap instansi, termasuk BRIN.
Kerja sama selama lima tahun antara BRIN dan BIG itu akan menyinergikan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi yang mendukung penyelenggaraan informasi geospasial dan penciptaan pelayanan informasi yang optimal. [Antara]
Baca Juga: BRIN dan Lembaga Riset Thailand Studi Pengolahan Porang
Berita Terkait
-
Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai