Suara.com - Rabu malam, pasukan Rusia menyerbu wilayah Ukraina melintasi perbatasan utara, selatan, dan timur negara itu, memulai mobilisasi pasukan terbesar di Eropa dalam satu generasi.
Ketika media Rusia mencoba untuk melemparkan invasi sebagai tanggapan terhadap agresi Ukraina, pelaporan di lapangan telah memainkan peran penting dalam melawan propaganda, dengan rekaman yang berasal dari jurnalis profesional dan amatir di media sosial.
Ketika konflik semakin meningkat, banyak kelompok masyarakat sipil semakin khawatir tentang kemungkinan serangan langsung terhadap infrastruktur internet negara tersebut.
Rusia sebelumnya telah dikaitkan dengan serangan DDoS terhadap situs pemerintah Ukraina, kini pemadaman persenjataan fisik atau siber dilakukan untuk menonaktifkan infrastruktur telekomunikasi di tingkat jaringan, sebagai proses membungkam Ukraina.
Invasi tersebut telah mengurangi konektivitas internet di beberapa bagian negara.
Saat ini, pemadaman tampaknya berpusat di sekitar Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, yang terletak di timur laut negara itu, sekitar 25 mil dari perbatasan Rusia.
Proyek Deteksi dan Analisis Pemadaman Internet (IODA) di Georgia Tech melaporkan pemadaman sebagian dimulai tepat sebelum tengah malam pada 23 Februari dan berlanjut hingga pagi hari 24 Februari.
Pemadaman memengaruhi penyedia layanan internet Triolan, yang melayani sejumlah kota dan area lain di Ukraina, termasuk Kharkiv.
Menurut pelacak penghentian internet NetBlocks, pengguna Triolan telah melaporkan hilangnya layanan internet fixed-line sementara ponsel terus bekerja.
Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina, Pesepakbola Brasil di Ukraina Minta Segera Dievakuasi
Sebuah pesan yang terlihat di situs web Triolan pada Kamis pagi memberi tahu pelanggan tentang kurangnya akses sebagian atau seluruhnya di beberapa kota.
Pembaruan yang diposting di saluran Telegram resmi perusahaan sekitar pukul 10:00 ET mengklaim bahwa sebagian besar layanan telah dipulihkan, meskipun tanggapan menunjukkan bahwa banyak pelanggan masih mengalami pemadaman jaringan.
Seorang juru bicara Cloudflare mengatakan bahwa pemantauan lalu lintas menunjukkan layanan internet Ukraina sebagian besar beroperasi tetapi koneksi dari Kharkiv terganggu.
"Internet terus beroperasi di Ukraina untuk sebagian besar," kata juru bicara itu dilansir laman The Verge, Jumat (25/2/2022).
“Kami melihat peningkatan penggunaan internet setelah pukul 0330 UTC, mungkin mengindikasikan orang Ukraina menggunakan internet untuk berita dan informasi," tambahnya.
Saat ini, lanjut dia, terlihat sekitar 80 persen dari muatan yang biasanya kami lihat di Ukraina.
Berita Terkait
-
AS Dakwa 3 Pejabat Tiongkok Karena Gelar Serangan Siber ke 12 Negara, Indonesia Termasuk
-
Waspada! Serangan Siber PrintNightmare Diprediksi Meningkat
-
1.000 Perusahaan AS Kena Serangan Siber, Joe Biden Dikecam
-
BRIN Akan Bentuk CSIRT untuk Hadapi Ancaman Serangan Siber
-
BSSN: Pembentukan CSIRT Perkuat Pertahanan Hadapi Serangan Siber
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Diskon Agustus! BRI Tebar Promo Spesial Perawatan Kulit di Erha Ultimate
-
Warga Rempang Tak Tolak Sekolah, Tapi Menolak Pembangunan di Atas Lahan Sengketa
-
Niat Menolong Teman, Remaja 14 Tahun di Palembang Ditemukan Meninggal di Sungai Musi
-
5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
-
4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak
-
Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT
-
Industri Maritim Naik Kelas, Digitalisasi Perkuat Layanan Kapal hingga Kepelabuhanan
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
-
Kirab Bendera Sang Merah Putih Dimulai Jam Berapa? Ini Rangkaian Acara HUT RI ke-81
-
Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini