Suara.com - Laporan bahwa puing roket Long March 3C milik China yang meluncurkan misi Chang'e 5-T1 ke Bulan pada Oktober 2014, disebut akan menabrak satelit alami Bumi pada 4 Maret mendatang.
Baru-baru ini, China membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa puing roket tersebut bukan dari salah satu misi negaranya.
Sebelumnya, beberapa pengamatan independen menunjukkan bahwa roket SpaceX Falcon 9 yang meluncurkan satelit Deep Space Climate Observatory pada Februari 2015 akan menabrak Bulan.
Namun, koreksi dilakukan oleh astronom Bill Gray dan menyebut bahwa puing yang akan menabrak Bulan adalah roket Long March 3C.
Tetapi, pejabat di Kementerian Luar Negeri China mengatakan roket dalam misi Chang'e 5-T1 telah hancur tak lama setelah peluncuran dilakukan.
"Menurut pemantauan China, bagian atas roket yang digunakan pada misi Chang'e 5-T1 masuk kembali ke atmosfer Bumi dan terbakar habis," kata Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Senin (21/2/2022).
Bukti tambahan diperkuat oleh pelacakan data dari Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat.
Data ini menunjukkan bahwa tahap roket milik China itu memang memasuki atmosfer kembali pada Oktober 2015.
Dilansir dari Live Science, Senin (28/2/2022), China telah mendapat kritik beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir karena praktiknya mengenai puing-puing luar angkasa.
Baca Juga: Sedang Tayang, Sinopsis Lengkap Drama China The Crack of Dawn
Wang menekankan bahwa China menyadari standar luar angkasa internasional mengenai penghapusan puing-puing luar angkasa, yang dapat menyebabkan tabrakan di orbit atau kerusakan di permukaan dari objek yang lebih besar yang masuk kembali ke atmosfer.
Bantahan China ini menggambarkan sulitnya melacak objek di luar angkasa setelah peluncuran dan temuan baru dari Angkatan Luar Angkasa juga mengundang kontroversi.
Astronom Bill Gray yang pertama kali mengatakan tentang potensi tabrakan di Bulan tersebut mengatakan Angkatan Luar Angkasa harus difokuskan pada objek yang dekat dengan Bumi.
Meski begitu, Gray meragukan dengan pelacakan yang dilakukan oleh Angkatan Luar Angkasa dan merasa yakin bahwa ada kemungkinan objek yang akan menabrak Bulan adalah puing roket milik China.
Berita Terkait
-
Tayang Pekan Kedua Februari, 3 Drama China Seru Wajib Diikuti
-
6 Drama China WeTV Hu Yitian, Jadi Dokter Tampan hingga Penembak Berbakat
-
3 Aktor Thailand Paling Populer di China, Ada James Jirayu!
-
Wah, Setelah Meluncur, Falcon 9 Bakal Dihancurkan!
-
Ini Alasan Satelit Nusantara Satu Diluncurkan Roket Falcon 9 Buatan SpaceX
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
-
6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan
-
Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih
-
Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan
-
Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun
-
8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
-
Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari