Hujan meteor Gamma Normid aktif sejak 25 Februari hingga 28 Maret 2022.
Meskipun ini adalah hujan meteor minor, pengamat dapat menikmatinya pada 14 Maret mendatang saat puncak hujan meteor terjadi.
Pada periode tersebut, pengamat dapat melihat enam hingga 10 meteor per jam dari konstelasi Norma.
Hujan meteor baru akan terlihat sekitar pukul 21:49 WIB, ketika titik pancarannya naik di atas ufuk timur dan akan tetap aktif hingga sekitar pukul 05:34 WIB.
Titik pancaran tertinggi akan terjadi sekitar pukul 04:00 WIB dengan sekitar enam meteor per jamnya.
Untuk dapat melihat hujan meteor ini dengan jelas, pastikan lakukan pengamatan di wilayah yang bebas polusi cahaya dan cuaca dalam kondisi cerah.
4. Bulan Purnama
Bulan akan mencapai fase penuh pada 18 Maret 2022. Bulan Purnama pada setiap bulan umumnya memiliki julukan. Bulan Purnama Maret dikenal juga sebagai Worm Moon.
Julukan tersebut dipopulerkan dalam beberapa dekade terakhir oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat.
Baca Juga: 5 Fenomena Langit Menarik, Masuk Februari 2022
Nama-nama yang digunakan dalam almanak diklaim memiliki asal-usul kuno dari suku asli Amerika.
Alasan mengapa Bulan Purnama Maret disebut sebagai Worm Moon karena dianggap merujuk pada cacing tanah, yang muncul ketika tanah mulai menghangat di musim semi.
Ini mengundang burung untuk memberi makan, tanda bahwa musim semi akan tiba.
Saat mencapai fase penuh pada 18 Maret, Hilan akan berada di konstelasi Virgo dan terletak pada jarak 380.000 km dari Bumi.
5. Ekuinoks Maret
Ekuinoks terjadi dua kali dalam setahun, di mana pada 2022 kali ini terjadi pada 20 Maret mendatang.
Ekuinoks terjadi karena poros putaran Bumi miring pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.
Menurut time and date, ekuinoks Maret menandai hari pertama musim semi di Bumi belahan utara dan hari pertama musim gugur di Bumi belahan selatan.
Pada hari ekuinoks terjadi, periode waktu siang dan malam di Bumi akan hampir sama persis 12 jam.
Ekuinoks Maret 2022 sendiri akan terjadi pada pukul 22:27 WIB.
Tidak akan ada dampak negatif yang terjadi dari fenomena ini karena hanya merupakan penanda perubahan musim dingin ke musim semi, di belahan Bumi utara dan perubahan musim panas ke musim gugur di belahan Bumi selatan.
Berita Terkait
-
Masuk Januari 2021, Ini Fenomena Langit Menarik Ada Wolf Moon
-
8 Fenomena Langit Menarik Terlihat di Indonesia Sepanjang 2020
-
5 Fenomena Langit Desember 2020 Ini Bisa Diamati
-
Wow! Ada 7 Planet yang Akan Terlihat di Langit Malam Minggu Ini
-
Ada Gerhana Bulan Penumbra, Ini 5 Fenomena Langit November 2020 Menarik
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi