Suara.com - Para ilmuwan menemukan fosil kura-kura air tawar berusia 70 tahun di Transylvania yang kemungkinan besar selamat dari peristiwa kepunahan dinosaurus.
Tim peneliti awalnya menemukan fosil reptil di sebuah situs bernama Hateg Basin, Rumania, pada 1990an.
Fosil tersebut termasuk bagian hampir lengkap dari kulit atas dan kulit bawah kura-kura, serta tulang dari salah satu lengannya dan tulang panggul.
Berdasarkan bagian tubuh ini, para peneliti memperkirakan bahwa kura-kura akan memiliki panjang tubuh sekitar 19 cm. Tim menamai spesies baru ini sebagai Dortoka vremiri.
Dortoka vremiri termasuk dalam kelompok kura-kura yang dikenal sebagai kura-kura leher samping.
Ada 16 spesies hidup yang ditemukan di Amerika Selatan, Afrika, dan Australia.
Fosil spesies serupa yang kemungkinan keturunan dari Dortoka vremiri berasal dari sekitar 57 juta tahun lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa Dortoka vremiri selamat dari peristiwa kepunahan Kapur akhir yang memusnahkan sekitar 75 persen kehidupan di Bumi.
"Menariknya, anggota keluarga kura-kura yang sama tidak selamat dari peristiwa kepunahan di Eropa barat ini," kata Felix Augustin, penulis utama dari Universitas Tubingen di Jerman, dikutip Live Science, Selasa (8/3/2022).
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Kerangka Korban Ritual, Berusia 1.000 Tahun
Rentang geografis dan habitat air tawar kemungkinan membantunya bertahan hidup, ketika kerabatnya dan sebagian spesies darat lainnya tidak berhasil selamat.
Para ilmuwan mengatakan bahwa selama periode Kapur, Cekungan Hateg kemungkinan pulau terpisah yang bergabung dengan Eropa Timur.
Pulau tersebut mungkin agak mengisolasi Dortoka vremiri dari kerusakan ekologis yang disebabkan oleh jatuhnya asteroid.
Perbedaan dalam ketersediaan makanan yang memungkinkan Dortoka vremiri hidup lebih lama dari hewan lainnya saat peristiwa kepunahan terjadi.
Bukti ekosistem air tawar yang lebih tangguh daripada ekosistem darat terhadap peristiwa kepunahan masih jarang ditemukan.
Tapi studi baru, dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana spesies air tawar dapat bertahan, ketika menghadapi krisis ekologi yang akan datang seperti perubahan iklim.
Berita Terkait
-
Terbuat dari Emas, Ilmuwan Temukan Sedotan Tertua di Dunia, Panjangnya 1 Meter
-
Ilmuwan Temukan Teknologi Sinar-X, Diklaim Lebih Cepat dan Akurat dari Tes PCR untuk Diagnosis Covid-19
-
Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19
-
Ilmuwan Temukan Dinosaurus Tuli dan Lamban, Punya Badan Lapis Baja
-
Ilmuwan Temukan Struktur Terpanjang di Bimasakti
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
4 Rekomendasi HP Infinix Baterai Jumbo Paling Murah yang Tahan Lebih dari Dua Hari
-
Vivo X300s Gegerkan Pasar: Kamera 200MP, Baterai 7100mAh, Fitur Super Lengkap
-
5 Rekomendasi HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah untuk Performa Game Lancar
-
5 Item Terlangka di Roblox 2026 yang Jadi Incaran Para Kolektor
-
Update Harga iPhone Terbaru Maret 2026, Ada Kenaikan Capai Rp1 Jutaan
-
iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus
-
29 Kode Redeem FC Mobile 24 Maret 2026: Jawaban Cerita Bangsa Hari Ini dan Klaim Pemain Gratis
-
34 Kode Redeem FF 24 Maret 2026: Klaim Bundle Black Panther dan Item Spesial Beat Carnaval
-
Honor 600 Pro Bocor! Desain Mirip iPhone 17 Pro, Baterai 9000mAh Jadi Sorotan