Manhwa menjadi populer selama 1950-an hingga 1960-an tetapi menurun karena undang-undang sensor yang ketat pada pertengahan 1960-an.
Namun, manhwa kembali populer ketika Korea Selatan meluncurkan situs web yang menerbitkan manhwa digital yang dikenal sebagai webtoon, seperti Daum Webtoon pada tahun 2003 dan Naver Webtoon pada 2004.
Kemudian pada 2014, Naver Webtoon diluncurkan secara global dengan nama LINE Webtoon. Manhua adalah komik dari China, Taiwan dan Hong Kong.
Manhua dikatakan telah dimulai pada awal abad ke-20 dengan diperkenalkannya proses pencetakan litograf.
Beberapa manhua didorong secara politis dengan cerita tentang Perang Tiongkok-Jepang Kedua dan Pendudukan Jepang di Hong Kong.
Namun, setelah Revolusi China pada 1949, ada undang-undang sensor yang ketat, yang mengakibatkan manhua mengalami kesulitan untuk diterbitkan secara legal di luar negeri.
Namun, manhuajia mulai menerbitkan sendiri karya mereka di media sosial dan platform webcomic seperti QQ Comic dan Vcomic. [Pasha Aiga Wilkins]
Berita Terkait
-
Cinta dan Tipu Daya di Tengah Kecamuk Revolusi, Ulasan Jendela Orpheus
-
Mengenang Fujiko A. Fujio, Berikut Daftar Karyanya yang Melegenda Termasuk Doraemon
-
Alasan Penonton Anime One Piece Harus Baca Manganya, No.2 Paling Sering Dinanti
-
Ulasan Film Little Forest: Kembali dan Tinggal di Desa
-
Jangan Minder! Kamu Harus Bangga Menjadi Seorang Otaku
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi