Isi boks Sharp Aquos V6 dan V6 Plus sama-sama menyematkan satu unit ponsel, charger 10W, kabel USB-C, headset, pelindung layar, buku panduan, serta garansi.
Meskipun ada aksesori headset, kedua ponsel ini tidak memiliki back cover dan tidak terpasang langsung dengan pelindung layar. Jadi kalian harus memasang sendiri pelindung layar tersebut, dan membeli case untuk melindungi panel belakang.
Layar
Sharp Aquos V6 dan Aquos V6 Plus sama-sama mengusung layar berukuran 6,52 inci, resolusi HD+ atau 720 x 1600 piksel, dan refresh rate 60Hz.
Untuk kebutuhan seperti menonton YouTube atau video pendek, kedua ponsel ini bisa dibilang cukup baik. Resolusi video yang ditampilkan mentok di 1080p.
Mungkin untuk minusnya adalah tidak adanya pelindung layar yang menyebabkan jejak sidik jari terus menempel. Meskipun sudah disediakan terpisah, namun kalian mesti memasangnya sendiri.
Kamera
Nah di bagian inilah Sharp Aquos V6 dan V6 Plus memiliki perbedaan. Model plus memiliki resolusi lebih tinggi ketimbang model biasa.
Sharp Aquos V6 mengusung kamera utama 13MP, kamera depth 2MP, dan kamera makro 2MP. Sementara kamera depan berukuran 5MP.
Baca Juga: Review Redmi 10A: Pas di Harga Rp 1 Jutaan
Sharp Aquos V6 Plus hadir dengan kamera utama 50MP, kamera depth 2MP, kamera makro 2MP. Lalu kamera selfie berukuran 8MP.
Resolusi lebih tinggi membuat Sharp Aquos V6 Plus lebih unggul ketimbang model biasa. Kamera 50MP di Sharp Aquos V6 Plus juga membuat resolusi foto lebih tajam jika diperbesar (zoom in).
Untuk foto di kondisi outdoor pada siang hari misalnya, warna langit bisa terlihat lebih biru daripada model biasa. Warna gedung ataupun hijau di tanaman lebih menyala di model Plus ketimbang model biasa.
Tapi saat mengambil foto dalam kondisi indoor, kami menilai kalau kamera Sharp Aquos V6 justru lebih baik dari model Plus. Warna coklat di ornamen patung misalnya, terlihat lebih baik dibanding model Plus yang justru lebih pucat.
Saat dites untuk foto malam hari atau kondisi redup, dua ponsel ini bisa dibilang cukup imbang. Terkadang hasil foto lebih baik di model biasa, kadang unggul di model Plus.
Misalnya ketika ambil foto berupa objek pohon dengan ornamen lampu, warna hijau di tanaman lebih mencolok di kamera Sharp Aquos V6 model biasa.
Tapi di foto lain, kamera Sharp Aquos V6 Plus bisa menangkap cuaca langit lebih berwarna ketimbang model biasa. Latar lampu kuning dan ungu juga lebih jelas di model V6 Plus.
Terkait fitur, kamera Sharp Aquos V6 Plus memiliki lebih banyak opsi seperti Portrait, Pro, Pano, High Pixel, Stop Motion, Light Trace, Super Macro, dan Movie Video.
Sementara di kamera Sharp Aquos V6 biasa tidak ada fitur Movie Video dan High Pixel.
Performa
Sharp Aquos V6 dan V6 Plus sama-sama diperkuat chipset MediaTek Helio G25 dan menjalankan sistem operasi Android 12. Perbedaannya hanya terletak di opsi penyimpanan.
Sharp Aquos V6 memiliki RAM 3GB dan ROM 32GB. Sementara Sharp Aquos V6 Plus hadir dengan RAM 4GB dan ROM 64GB.
Meski kecil, keduanya ponsel ini memiliki slot Micro SD. Jadi kalian bisa menambahkan file lebih banyak lewat kartu tersebut.
Untuk pemakaian aplikasi seperti Twitter dan YouTube, kedua ponsel masih bisa menjalankannya dengan cukup baik.
Namun, jika aplikasi mulai banyak digunakan lebih dari lima di satu waktu, ponsel baru menunjukkan performa patah-patah dan mulai sedikit lag.
Tapi jika dimainkan untuk bermain game seperti Mobile Legends, ponsel seolah drop dan banyak menampilkan freeze meskipun kami memainkannya di grafis paling rendah.
Kendati demikian, Sharp Aquos V6 dan V6 Plus sudah mendukung fitur NFC. Jadi kalian bisa menggunakan fitur tersebut untuk cek atau isi saldo uang digital.
Baterai
Sharp Aquos V6 dan V6 Plus sama-sama mengusung baterai besar 5.000mAh. Ponsel ini bisa di-charger dengan kabel USB-C dengan kecepatan 10W.
Secara keseluruhan baterai ini bisa tahan hingga seharian jika membuka aplikasi ringan.
Selama memakai kamera dengan waktu kira-kira 30 menit, baterainya berkurang sekitar 8-10 persen.
Lalu saat dipakai menonton YouTube selama 10 menit, baterai kedua ponsel hanya berkurang sekitar 4-5 persen saja.
Jika baterainya habis, kami membutuhkan waktu sekitar lebih dari 2,5 jam untuk mengisi daya dari 0 ke 100 persen. Memang cukup lama mengingat kecepatan charger hanya 10W.
Kesimpulan
Dari semua penjelasan di atas, apakah Sharp Aquos V6 dan V6 Plus layak dibeli? Ya tergantung.
Jika kalian mencari ponsel entry level di harga sekitar Rp 1,9 jutaan tapi punya fitur NFC, Sharp Aquos V6 sangat layak dijadikan pilihan.
Apabila kalian punya budget lebih dan mau menambahnya menjadi Rp 2,5 juta, Sharp Aquos V6 Plus juga tak boleh dilewatkan.
Terlebih kamera dan penyimpanan di model ini juga lebih unggul ketimbang model biasa.
Tapi jika kalian mencari ponsel untuk kebutuhan gaming, mungkin Sharp Aquos V6 series ini tidak akan cocok untuk itu.
Seperti yang kami jelaskan di atas, menjalankan Mobile Legends dengan grafik terendah pun ponsel ini tidak sanggup.
Buat yang berminat, harga Sharp Aquos V6 sendiri dijual Rp 1.949.000. Sementara harga Sharp Aquos V6 Plus dibanderol Rp 2.499.000.
Berita Terkait
-
Car Air Purifier Sharp Terbaru Tawarkan Perlindungan Ekstra Pengguna Mobil
-
Review Poco F3: Harga Murah, Kualitas Juara
-
Perketat Prokes lewat Kampanye #LetsBeAHero
-
Review realme GT Neo2: Desain Cantik, Spesifikasi Apik
-
Makin Gaya! Sasar Pasar Milenial dan Zillenial Sharp Hadirkan Earbuds Nirkabel Premium
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya