Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA mengumumkan akan membentuk sebuah tim khusus berisi para ilmuwan untuk meneliti fenomena objek terbang misterius alias UFO. Langkah ini menunjukkan bahwa AS melihat UFO sebagai masalah serius.
Para pejabat pemerintah AS dan NASA kini sudah menilai bahwa UFO sudah termasuk dalam masalah keamanan nasional.
Fokus dari tim ilmuwan tersebut adalah untuk mempelajari data-data yang sudah terkumpul, mencari cara terbaik untuk mengumpulkan data tambahan, dan merancang cara untuk menggunakan informasi tersebut sehingga bisa lebih memahami masalah seputar UFO.
David Spergel, pakar astrofisika dari Princeton University, akan menjadi pemimpin tim tersebut. Ia akan didampingi oleh Daniel Evas, peneliti senior NASA.
Tim tersebut akan diberi waktu selama sekitar 9 bulan untuk menyusun laporan tentang apa yang mereka temukan terkait UFO.
Pembentukan tim khusus ini diumumkan setahun setelah badan intelijen Amerika merilis laporan khusus soal UFO. Sementara pada 17 Mei lalu, dua orang pejabat Departemen Pertahanan AS juga memberikan keterangan ke Kongres terkait UFO.
Beberapa tahun terakhir militer Amerika, terutama para pilot pesawat tempur dan kapal-kapal perang, mulai melaporkan penampakan UFO yang mereka nilai sangat aneh dan sukar dijelaskan oleh ilmu pengetahuan di Bumi saat ini.
Pada 2021 kemarin, laporan Departemen Pertahanan dan intelijen AS mengatakan bahwa mereka tak memiliki cukup data untuk menentukan apakah UFO merupakan teknologi canggih yang dikembangkan manusia atau berasal dari luar angkasa.
Meski demikian NASA sudah menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti bahwa UFO merupakan teknologi atau pesawat dari peradaban lain di luar Bumi. [Reuters]
Baca Juga: Kongres Amerika Pertama Kali Bicarakan Soal UFO Dalam 50 Tahun Terakhir
Berita Terkait
-
Harga Minyak AS Melesat 5 Persen Setelah Gagalkan Serangan Iran
-
Stok Rudal Pencegat AS Menipis Akibat Perang Panjang Lawan Iran
-
Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu
-
Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi
-
Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis