-
Donald Trump menolak proposal perdamaian tiga tahap Iran karena dinilai tidak layak diterima.
-
Iran menawarkan penghentian pengayaan uranium 15 tahun dan gencatan senjata di seluruh kawasan.
-
Amerika Serikat memilih melanjutkan operasi militer daripada menyetujui draf perdamaian usulan pihak Teheran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak tawaran perdamaian terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri ketegangan.
Keputusan ini diambil setelah Trump melakukan kajian mendalam terhadap draf rencana strategis yang dikirimkan oleh pihak Teheran.
Trump menilai poin-poin dalam usulan tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah Washington.
Penolakan ini menandakan bahwa tekanan diplomatik dan militer Amerika Serikat terhadap Iran akan terus berlanjut.
Operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat di kawasan tersebut diklaim Trump masih berjalan sesuai rencana.
“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan tegas tersebut merespons laporan mengenai rencana tiga tahap Iran untuk mencapai stabilitas jangka panjang.
Iran sebelumnya dikabarkan bersedia menghentikan aktivitas pengayaan uranium mereka dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.
Tawaran tersebut juga mencakup penghentian total segala bentuk permusuhan dengan Amerika Serikat dalam sebulan.
Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
Skema perdamaian ini dirancang untuk menciptakan gencatan senjata menyeluruh yang melibatkan sekutu masing-masing di Timur Tengah.
Dalam draf tersebut, Iran mengusulkan adanya kesepakatan non-agresi yang turut mengikat posisi Israel dan proksi regional.
Tim pemantau internasional rencananya akan dibentuk untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama masa gencatan senjata berlangsung.
Pada fase teknis, Iran menawarkan pembekuan pengayaan uranium dengan batas maksimal hanya sebesar 3,6 persen.
Angka ini merujuk pada prinsip penyimpanan nol guna meyakinkan dunia internasional atas program nuklir mereka.
Tahap akhir dari proposal itu adalah pembukaan dialog strategis antara Iran dengan negara-negara tetangga Arab.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil
-
Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga
-
KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
-
AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun
-
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas