Suara.com - Pertama kalinya, NASA akan menugaskan tim ilmuwan untuk mempelajari "fenomena udara tak dikenal" - bahasa sehari-hari dikenal sebagai UFO - untuk kepentingan keamanan dalam negeri.
Administrasi ruang angkasa merinci misi perintis dalam siaran pers baru-baru ini yang diposting di situs web mereka.
“NASA percaya bahwa alat penemuan ilmiah sangat kuat dan berlaku di sini juga,” kata Thomas Zurbuchen, administrator sains asosiasi di markas besar NASA di Washington, DC, Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, penelitian terobosan ini akan menelan biaya tidak lebih dari 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,46 miliar.
Mengambil fokus pada mengidentifikasi data yang tersedia dan bagaimana NASA dapat menggunakan data itu untuk memajukan pemahaman ilmiah tentang UAP.
Misi pengintaian UFO diilhami oleh fakta bahwa jumlah pengamatan UAP yang tercatat terbatas, sehingga sulit menarik kesimpulan ilmiah tentang peristiwa semacam itu.
“Mengingat kurangnya pengamatan, tugas pertama kami hanyalah mengumpulkan kumpulan data paling kuat yang kami bisa,” kata astrofisikawan David Spergel, yang akan mempelopori misi tidak konvensional tersebut.
Pihaknya akan mengidentifikasi data apa yang ada, apa lagi yang harus dikumpulkan dan cara terbaik untuk menganalisisnya.
Untuk membantu mereka mencapai tujuan mulia ini, tim pengintaian UAP akan mencari masukan dari para ahli di komunitas ilmiah, aeronautika, dan analisis data.
Baca Juga: Satelit Kecil Ini Beri Prakiraan Badai Tropis Lebih Cepat dan Akurat
"NASA tidak mempelajari piring terbang potensial untuk iseng, tapi fenomena tak dikenal di atmosfer menarik bagi keamanan nasional dan keselamatan udara," tulis laporan itu.
“Menetapkan peristiwa mana yang alami memberikan langkah kunci pertama untuk mengidentifikasi atau mengurangi fenomena tersebut, yang sejalan dengan salah satu tujuan NASA untuk memastikan keselamatan pesawat.”
Menurut NASA, tidak ada bukti bahwa UAP berasal dari luar Bumi.
"Kami memiliki akses ke berbagai pengamatan Bumi dari luar angkasa - dan itu adalah sumber kehidupan penyelidikan ilmiah," kata Spergel dikutip New York Post dari Guardian, Senin (13/6/2022).
“Seperti itu penjelasan definisi sebenarnya dari kata sains. Itulah yang kami lakukan.”
Sebuah tim ilmuwan akan mengadakan pertemuan musim gugur ini, di mana studi perintis akan memakan waktu sekitar sembilan bulan untuk diselesaikan dan hasilnya akan dibagikan kepada publik.
Berita Terkait
-
NASA Ungkap Rencana Misi Pertama Pengiriman Astronaut ke Mars
-
Astronaut Bulan Masa Depan Bisa Minum Gunakan Air Es Vulkanik
-
Militer Amerika Ungkap Rekaman Video UFO Baru, Tak Ada Bukti Alien
-
Bermasalah, NASA Umumkan Sisa Hidup Misi InSight di Mars
-
Akhirnya! Pentagon Akan Tayangkan Penampakan UFO ke Publik Malam Ini
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya
-
Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam
-
Ulasan Salat in Secret: Kisah Keberanian Anak Muslim yang Menginspirasi
-
Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949
-
THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP