Suara.com - Truecaller meluncurkan aplikasi baru untuk percakapan audio pribadi yang aman dan terjamin, yaitu Open Doors.
Perusahaan asal Swedia ini sekarang mengarahkan pandangan pada target baru, menciptakan percakapan pribadi global yang menyenangkan dan instan.
Termasuk membuka percakapan yang lebih luas antara pengguna di Indonesia dengan kawasan Asia Tenggara lainnya bahkan ke berbagai penjuru dunia.
Open Doors akan sepenuhnya gratis untuk digunakan dan tersedia secara global di Google Play Store & Apple App Store.
Aplikasi ini bekerja dengan mulus di kedua platform smartphone tersebut.
"Aplikasi baru kami, Open Doors, lahir dari pertanyaan sederhana, yaitu bagaimana kami dapat membantu orang membuat koneksi baru tanpa mengganggu?" kata Nami Zarringhalam, Co-founder True Software Skandinavia AB.
Menurutnya, yang ingin dilakukan adalah menjembatani dunia menggunakan bentuk komunikasi yang paling alami, yakni suara kita.
Cara kerja Open Doors sangat sederhana. Jika Anda pengguna Truecaller, masuk hanya dengan satu ketukan.
Jika Anda bukan pengguna Truecaller, nomor telepon Anda akan diverifikasi menggunakan missed call atau OTP.
Baca Juga: 4 Fakta Super App, Bakal Gantikan Ribuan Aplikasi Pemerintah yang Tak Efisien
Aplikasi ini hanya membutuhkan dua izin, yaitu contacts (agar Anda dapat berbagi Open Doors atau terhubung dengan orang-orang di kontak Anda yang juga memiliki Open Doors) dan phone permission (agar dapat melakukan percakapan audio).
Peserta dalam percakapan tidak dapat melihat nomor telepon satu sama lain.
Sebagai pengguna Open Doors, Anda berada dalam kendali penuh setiap saat. Baik memulai atau menghentikan percakapan sesuka hati.
Teman Anda dapat bergabung dalam percakapan ketika mereka mendapatkan pemberitahuan atau dengan mengklik tautan yang dibagikan.
Saat mulai membuka aplikasi ini, antarmuka aplikasi akan tersedia dalam bahasa Inggris, India, Spanyol, Latin, dan Prancis, dengan lebih banyak bahasa yang akan ditambahkan kemudian sesuai permintaan pengguna.
Setelah teman Anda bergabung dalam percakapan, teman-teman mereka juga akan diundang.
Berita Terkait
-
Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!
-
BGN Rilis Aplikasi Reviu MBG: Apakah Digitalisasi Menjawab Akar Masalah?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
WhatsApp Rilis Fitur Baru, Pengguna iPad Kini Bisa Buat Akun Tanpa HP
-
Ketika Dunia Digital Mengubah Cara Jatuh Cinta Generasi Muda
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan