Suara.com - Firma riset pasar Counterpoint Research menobatkan Telkomsel sebagai operator dengan pelanggan terbanyak di Indonesia.
Perusahaan ini mengalahkan operator lain seperti Indosat, XL, dan Smartfren.
"Telkomsel adalah mobile network operators (MNO) terbesar dan mencakup 48 persen pangsa pasar pada Q1 2022," dikutip dari blog Counterpoint Research, Minggu (17/7/2022).
Telkomsel sendiri memiliki 174,5 juta pelanggan di seluruh Indonesia, yang mana 68 persen dari total keseluruhan adalah pengguna data seluler.
Selain itu Telkomsel juga memiliki base transceiver station, atau menara BTS, di 247.000 lokasi di seluruh Indonesia, yang mana lebih dari 60 persen adalah BTS 4G.
Telkomsel juga berupaya menarik pelanggan kelas menengah dan muda dengan menghadirkan paket berharga murah.
Akibat itu, nilai pendapatan operator per pelanggan (average revenue per user atau ARPU) menurun 5 persen di Q1 2022 menjadi Rp 41.000 dari tahun lalu (year-on-year atau YoY).
Sementara operator seluler terbesar kedua di Indonesia adalah Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH), yang mana ini adalah operator hasil merger antara Indosat dan Tri Indonesia.
Indosat memiliki 94,6 juta pelanggan di Indonesia dengan pangsa pasar 26 persen.
Baca Juga: OpenSignal: Operator Seluler Ini Jadi Terbaik di Indonesia
Sementara ARPU mereka turun 2,1 persen dari tahun sebelumnya di Q1 2022 dengan harga Rp 32.000 akibat paket data harga murah.
XL ada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 16 persen. ARPU XL Axiata sendiri berkisar Rp 36.000.
Namun BTS 4G XL meningkat 47 persen dari tahun lalu dengan angka mencapai 83.000 per Q1 2022.
Lalu Smartfren ada di posisi terakhir dengan pangsa pasar 10 persen.
Mereka adalah operator jaringan 4G penuh karena sudah beralih dari CDMA (3G) ke 4G sejak 2015 pada frekuensi 850 MHz dan 2300 MHz.
Per akhir tahun 2021, Smartfren telah memiliki sekitar 44.000 BTS 4G.
Smartfren juga dikenal sebagai operator yang fokus menjangkau konsumen kelas menengah ke bawah karena menghadirkan paket internet murah.
Terbukti ARPU Smartfren ada di paling rendah dengan kisaran Rp 25.000.
Namun, kualitas internet 4G Smartfren dinilai bagus berkat agregasi frekuensi 850 MHz dan 2300 MHz.
Berita Terkait
-
Operator Seluler Bisa Jadi Titik Awal untuk Masuk ke Metaverse
-
Kominfo Pastikan Operator Seluler Serius Jamin Layanan Komunikasi saat Mudik
-
OpenSignal: Orang Indonesia Tidak Loyal, Mudah Berganti Operator Seluler
-
Google, Facebook, dan Netflix Diminta Bayar Sewa Jaringan Internet oleh Operator Seluler
-
Pengamat: Peluang Besar di Bisnis Internet of Things
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Update Harga HP Infinix September 2026: Dari Rp1 Jutaan hingga Seri Ultra
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan
-
Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG
-
Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia
-
Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter
-
SIG Hidupkan Lagi Semen Kujang, Siap Rebut Pasar Jawa Barat
-
Jakarta Jangan Ikut Sumbang Polusi Lewat Bakar Sampah
-
Perokok Tak Juga Berkurang, Dunia Mulai Cari Jalan Keluar dari Rokok
-
Manga Time-Loop The Long Summer of August 31 Resmi Dapat Dua Adaptasi