Suara.com - Kementerian Pendidikan Belanda membatasi penggunaan browser Google Chrome dan sistem operasi Chrome OS (untuk Chromebook) di sekolah.
Pembatasan yang berlaku hingga Agustus 2023 itu dilakukan karena adanya kekhawatiran terkait privasi data, seperti dilansir dari Bleeping Computer, Kamis (28/7/2022).
Otoritas mengaku khawatir bahwa layanan Google dipakai untuk mengumpulkan data siswa dan membuatnya tersedia untuk jaringan pengiklan.
Mereka menuding, data itu akan dipakai untuk sebuah hal yang tak ada sangkut pautnya dengan pendidikan.
Belanda juga tidak mengetahui di mana dan bagaimana data pribadi siswa disimpan maupun diproses.
Mereka juga khawatir kalau itu dinilai melanggar Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang berlaku di Uni Eropa.
Kementerian Pendidikan Belanda sendiri telah menandatangani surat bersama dengan parlemen Belanda.
Surat itu berisi berbagai permasalahan soal keamanan siber dan perlindungan data.
Surat itu memuat pembahasan bersama Google, Microsoft, dan Zoom terkait masalah sensitif perlindungan data.
Baca Juga: Rusia Denda Google Rp 497 Miliar Akibat Monopoli
Ada juga bahasan soal jaminan untuk membuat versi aplikasi yang lebih transparan dan kompatibel dengan peraturan GDPR di masa depan.
Untuk Google, mereka berjanji bahwa ada versi baru untuk browser Chrome dan ChromeOS yang akan dirilis pada tahun depan.
Jadi batasan penggunaan itu berlaku mulai sekarang, yang mana regulator Belanda akan menilai versi baru yang dirilis tahun depan.
Adapun lembaga pendidikan dan sekolah yang masih terus memerlukan layanan Google perlu melakukan tindakan tambahan.
Misalnya, mereka mesti menerapkan kebijakan grup tertentu atau menonaktifkan layanan seperti translate web otomatis hingga pemeriksaan ejaan.
Selain itu, lokasi geografis untuk penyimpanan data layanan Google Cloud mesti disetel ke Eropa. Pengguna akan diarahkan untuk tidak mengubah setelan default itu.
Terakhir, personalisasi iklan juga harus disetel ke 'off', opsi YouTube diubah ke mode privacy-enhanced, dan pengguna harus menghindari pemakaian Google Search.
Berita Terkait
-
Belasan Perusahaan Digital Gede Belum Daftar PSE Lingkup Privat
-
Google dan Youtube Belum Daftar PSE, Siap-siap Kena Sanksi Kominfo
-
Kominfo Ancam Polisikan Pendaftar Google Palsu di Situs PSE
-
Denmark Tidak Memperbolehkan Google Workspace dan Chromebook Dipakai di Sekolah
-
Cara Mengintip Halaman Google Chrome di Android Tanpa Klik
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Panduan Membersihkan Layar TV Led yang Benar, Jangan Pakai Sembarang Kain
-
6 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan, Andalan untuk Ojek Online hingga Pelajar
-
Gampang Banget, Begini Cara Bikin Caption Berbeda di Tiap Foto Carousel Instagram
-
3 HP Midrange Alternatif Samsung Galaxy A57, Fitur Canggih Harga Beda Tipis
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Juli 2026, Klaim Pemain OVR Tinggi dan Star Shards Gratis
-
5 Rekomendasi HP Baterai 6000 mAh Rp1 Jutaan, Awet Seharian untuk Gaming hingga Streaming
-
6 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Terbaik Harga Rp5 Jutaan, Spek dan Performa Juara
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?
-
4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan