Suara.com - Sony resmi meluncurkan mikrofon shotgun beamforming terbaru bernama ECM-B10.
Mikrofon terbaru ini dilengkapi dengan direktivitas tajam dan pemrosesan sinyal digital dengan desain ringkas.
Lewat keterangan resminya, Selasa (16/8/2022), Sony ECM-B10 menerapkan pemrosesan sinyal digital pada suara, yang dikumpulkan dengan empat kapsul mikrofon berperforma tinggi, menggunakan teknologi beamforming.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan, bagaimana audio direkam dengan meningkatkan sensitivitas mikrofon dari arah yang berbeda.
Mikrofon ini menawarkan tiga jenis arah dalam satu produk, sehingga memungkinkan para pengguna untuk beralih dengan mudah antara super-direksional, unidireksional, dan omnidireksional.
Saat menggunakan super-direktivitas, mikrofon ini mengumpulkan suara dari bidang sempit di depan dan menekan suara dari arah lain.
Pengaturan super-direktivitas adalah pilihan yang cocok untuk wawancara, selfie, dan situasi lainnya di mana jangkauan pengumpulan suara terbatas di bagian depan.
Mikrofon ECM-B10 juga menawarkan sensitivitas unidireksional yang menekan suara dari belakang sambil mengumpulkan suara dari bidang yang luas di depan.
Pilihan ini sempurna untuk merekam percakapan antara beberapa orang.
Baca Juga: Saramonic Blink 100 B6, Microphone Wireless dengan Harga Sejutaan
Untuk fleksibilitas tambahan, pengguna juga dapat memilih sensitivitas omnidireksional, yang menangkap suara secara merata dari segala arah dan ideal untuk merekam suara lingkungan.
ECM-B10 menggunakan pemrosesan sinyal digital di dalam mikrofon sehingga dapat secara efektif mengurangi kebisingan untuk pengumpulan suara yang lebih jernih.
ECM-B10 dapat dipasangkan dengan kamera yang dilengkapi MI (Multi Interface) Shoe, baik analog atau dengan kamera yang memiliki interface audio digital.
Lebih lagi, desain peredam guncangan dan getaran dari mikrofon ini secara efektif meredam kebisingan getaran frekuensi rendah.
Sementara desain tanpa kabelnya menghilangkan kebisingan yang ditransmisikan melalui kabel.
Windscreen yang tersedia meminimalkan kebisingan lingkungan sehingga membuatnya mudah untuk menangkap audio yang jernih bahkan saat mengambil gambar di luar ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah
-
Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi
-
Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT