Suara.com - Berbagai UMKM dan perusahaan rintisan harus benar-benar adaptif dan betul-betul memahami perubahan terhadap pasar yang disasar guna bertahan dalam menghadapi berbagai krisis dampak pandemi dan kondisi geopolitik global.
"Apa sih yang market mau? Apa sih kesulitan-kesulitan yang ada di grocery itu? Lalu kita adaptasi," kata CO-Founder & CTO of HappyFresh, Fajar A Budiprasetyo dalam rilis diskusi yang digelar Impactto.io dan Katadata dengan tema Fenomena Bubble Burst: Jalan Terjal Start-up Indonesia di Jakarta, Jumat (19/8/2022).
Kondisi dunia saat ini, imbas pandemi COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina, kata dia, mengakibatkan situasi ketidakpastian global yang membuat seluruh perusahaan wajib memutar otak agar bisa bertahan.
Fajar mengatakan salah satu kunci agar perusahaan tetap bisa bertahan di setiap badai krisis yakni harus mengerti pasar, dalam arti mengatasi setiap kesulitan-kesulitan yang ada di dalam pasar.
Ia mencontohkan usaha HappyFresh sendiri telah berdiri sejak Maret 2014 dan diluncurkan di Jakarta pada 2015. Ketika pandemi muncul, lanjutnya, situasi dan kondisi mendukung hampir semua aktivitas usaha dilakukan secara daring.
Sebagai perusahaan rintisan, hal itu tentu menjadi berkah tersendiri bagi HappyFresh. "Produk yang dipasarkan harus memenuhi permasalahan dan menjadi solusi bagi masyarakat atau pelanggan," kata Fajar.
Hal senada diungkapkan CEO Paxel, Zaldy Ilham Masita. Ia mengatakan perusahaan rintisan harus pandai melihat peluang yang ada. Ia mencontohkan apa yang terjadi ketika ia merintis Paxel.
Zaldy menuturkan pertama kali berdiri tahun 2017 dan operasional pada 2018, Paxel fokus kepada pengiriman barang dalam waktu sehari (sameday delivery) di dalam kota dan luar kota.
"Sameday delivery saat itu masih kosong. Berbeda dengan reguler delivery, kalau kita ikut masuk juga akan berdarah-darah," kata Zaldy.
Baca Juga: Pelaku Usaha Kini Bisa Beli Bahan Baku Petrokimia Lewat e-Commerce Ini
Namun lambat laun, Paxel kebanjiran pengiriman makanan dan makanan beku (frozen food). Padahal, kata Zaldy, Paxel tidak melayani pengiriman makanan dan makanan beku. Artinya, ujar dia, setiap perusahaan yang ingin bertahan di setiap badai, maka harus bisa menyesuaikan pasar.
Pembicara lainnya CEO Mekari, Suwandi Soh, menilai, yang paling utama harus dilakukan oleh perusahaan rintisan ialah membuat produk berkualitas dan sesuai dengan pasar.
Berita Terkait
-
Modal Nol, Langkah Nekat Mebel Sukoharjo Tembus Spanyol Didukung BRI
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
Shepreneur Learning Series bantu wirausaha perempuan tingkatkan daya saing usaha
-
PLTS Bantu UMKM Balongan Makin Produktif
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim