Foto / News
Minggu, 07 Juni 2026 | 15:00 WIB
(Kiri ke kanan) Arsen-Founder & CEO inDrive, Isabella Ghassemi-Smith - Head of Awards, Helena Haykin - Director of Mergers & Acquisitions, Andries Smit -Chief Growth Businesses Officer. [ho]
Helena Haykin - Director of Mergers & Acquisitions bersama para founder perempuan. [ho]
Arsen-Founder & CEO inDrive,bersama para founder perempuan. [ho]

Suara.com - Aurora Ventures resmi diluncurkan sebagai program investasi tahap awal yang berfokus mendukung founder perempuan di negara-negara berkembang. Program tersebut mendapat dukungan dari inDrive, perusahaan layanan mobilitas dan pengiriman yang beroperasi di berbagai emerging markets.

Peluncuran Aurora Ventures dilakukan setelah penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago. Ajang tersebut mencatat lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara, dengan founder asal Nigeria, Adeola Ayoola-Famasi, masuk dalam jajaran 10 finalis terbaik.

Sejumlah founder perempuan dari negara berkembang turut menghuni daftar finalis, antara lain Adriana Gonzalez-Tizo dari Panama, Angela Acosta-Morado dari Kolombia, hingga Penny Musengi dari Kenya.

Pembentukan Aurora Ventures didasarkan pada temuan selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, serta Amerika Latin.

Riset Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara juga menemukan bahwa perempuan pendiri startup masih menghadapi keraguan terhadap kompetensi mereka serta tuntutan pencapaian bisnis yang lebih tinggi dibandingkan rekan laki-laki saat mencari pendanaan.

Melalui program ini, Aurora Ventures akan menyalurkan investasi sebesar US$180 ribu hingga US$250 ribu bagi startup tahap awal. Selain pendanaan, peserta juga akan memperoleh akses jaringan, pendampingan, serta dukungan operasional guna memperkuat peluang memperoleh pendanaan lanjutan.

Load More