Suara.com - Asia Pasifik (APAC) menerima setidaknya 24 persen dari email spam dari email spam global berbahaya.
Temuan ini diungkap salah satu peneliti elit Kaspersky, Noushin Shabab dan berhasil terdeteksi dan diblokir oleh solusi Kaspersky.
Ini berarti satu dari empat pesan elektronik sampah dikirimkan kepada pengguna komputer di Asia Pasifik.
Spam berbahaya bukanlah serangan yang kompleks secara teknologi, tetapi bila dilakukan dengan teknik rekayasa sosial yang canggih.
Hal itu menimbulkan ancaman besar bagi individu dan perusahaan. Email sampah ini dikirim dalam jumlah massal oleh spammer dan para penjahat dunia maya.
Berikut beberapa tujuan dari penyebaran email sampah yang dikirim spammer dan para penjahat dunia maya:
- Menghasilkan uang dari sebagian kecil penerima yang benar-benar menanggapi pesan
- Menjalankan penipuan phishing – untuk mendapatkan kata sandi, nomor kartu kredit, detail rekening bank, dan data penting lainnya.
- Menyebarkan kode berbahaya ke komputer penerima
Pada 2022, lebih dari setengah (61,1 persen) spam berbahaya yang terdeteksi di wilayah tersebut menargetkan pengguna Kaspersky dari Vietnam, Malaysia, Jepang, Indonesia, dan Taiwan.
Shabab mengutip tiga faktor utama yang menyebabkan sebagian besar email spam yang menargetkan Asia Pasifik, yaitu karena populasi, adopsi layanan elektronik yang tinggi, dan penguncian social di masa pandemi.
Wilayah Asia Pasifik memiliki hampir 60 persen populasi dunia dan ini berarti ada lebih banyak calon korban scammers di sini dibandingkan dengan bagian lain dunia.
Baca Juga: RUU PDP Disahkan, Pemerintah dan Swasta Akan Tingkatkan Anggaran Keamanan Siber
Penggunaan layanan online yang ekstensif seperti belanja online dan platform online lainnya untuk aktivitas sehari-hari di sini juga membuat individu lebih rentan menjadi korban penipuan.
Ada juga dampak pandemi yang berkepanjangan, menyebabkan penguncian dan pengaturan kerja dari rumah di wilayah tempat orang membawa pulang perangkat kerja mereka.
Jaringan rumah biasanya kurang terlindungi dari serangan siber.
“Sejak 2018, jumlah email spam berbahaya yang terdeteksi oleh solusi kami telah mengalami penurunan bertahap setelah mencapai puncaknya pada 2019," ungkap Shabab, Peneliti Keamanan Senior untuk Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) di Kaspersky.
Namun, dia menambahkan, hal ini tidak membuat kotak surat elektronik lebih bersih dan aman.
"Pemantauan terus-menerus yang kami lakukan terhadap Advanced Persistent Threats (APTs) saat ini dan yang baru yang beroperasi di Asia Pasifik menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku ancaman terkenal menggunakan phishing bertarget yang disebut spearphishing untuk membobol sistem organisasi,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Pentingnya Menjaga Cyber Security dalam Bisnis
-
Situs Kepresidenan Taiwan Kena Serangan Siber, Jelang Kunjungan Pelosi
-
Kominfo Ancam Blokir Yahoo Tengah Malam Ini
-
Grup Ransomware Baru Muncul, Makin Canggih dan Bisa Lintas Platform
-
Waspada, Pelaku Kejahatan Siber Kuras Rekening Penggemar Serial Stanger Things
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Cara Reset HP OPPO: Panduan Lengkap dan Aman untuk Semua Tipe
-
Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi
-
4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis
-
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan
-
Akhirnya Rilis! Vivo X Fold 6 Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera Zeiss 200 MP