Kebocoran 150 juta data penduduk Indonesia masih menjadi perbincangan. Pasalnya, beberapa pihak menduga kebocoran tersebut berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Badan Siber dan Sandi Negara pun mengaku sudah mendapatkan informasi terkait kebocoran data tersebut. Berikut ini fakta dugaan kebocoran 150 juta data penduduk Indonesia selengkapnya:
1. Menkominfo Lempar Pertanyaan ke BSSN
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate mengatakan sebaiknya pertanyaan tentang kebocoran 150 juta data penduduk ditanyakan ke BSSN yang membidangi cyber security.
"Sebaiknya ditanyakan ke BSSN yang membidangi cyber security," kata Plate saat dikonfirmasi Suara.com via pesan singkat, Rabu (7/9/2022).
Dasar dari argumennya tersebut yakni Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
2. Bantahan KPU
Kepala Divisi Data dan Informasi KPU, Betty Epsilon Idroos mengatakan pengecekan data terhadap situs breached.to dan pihaknya membantah bahwa database itu dari KPU.
"Sehubungan dengan beredarnya informasi tentang data yang kabarnya diperjualbelikan di publik. KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di forum underground tersebut, dan menyatakan bahwa data tersebut bukan bersumber dari KPU," kata Betty dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga: Kebocoran Data Menyeruak, Ini 6 Tips Perlindungan Data dari ITSEC Asia
3. KPU akan Bekerja Sama dengan Polisi
Atas tuduhan tersebut, Betty mengatakan KPU akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik indonesia dalam mengusut pelaku penyebaran data pribadi penduduk Indonesia.
"Pengusutan dan penelusuran dilakukan baik dari sisi penjual ataupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," tegasnya
4. KPU Menjamin Data Penduduk di KPU Aman
Pihak KPU mengatakan bahwa data yang dikelola KPU adalah data yang dijaga dari sisi otentisitas, keamanan, dan kerahasiaannya, termasuk dalam hal ini data pemilih.
5. Data Dikompres oleh Hacker
Berita Terkait
-
Kebocoran Data Menyeruak, Ini 6 Tips Perlindungan Data dari ITSEC Asia
-
Hacker Klaim Berhasil Retas BIN, Ungkap Data-data Agen
-
Dugaan Kebocoran Data KPU Harus Diusut Tuntas Agar Tak Jadi Bola Liar di Pemilu 2024
-
Perbandingan Menkominfo Rudiantara dan Johnny G. Plate, Mana yang Lebih Baik?
-
6 Tips Melindungi Data Pribadi di Dunia Maya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru