Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menekankan pentingnya menjaga keamanan siber. Karena itu kata Johnny, harus ada teknologi, sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai baik oleh pemerintah ataupun ekosistem.
"Ya Cyber Security penting dan harus kita jaga harus punya teknologi, punya sistem dan punya SDM yang memadai untuk itu, baik oleh pemerintah maupun oleh ekosistem," ujar Johnny dalam sambutan peluncuran Grand Launching Indosat HiFi di Auditorium KPPTI, Jakarta, Jumat (9/9/2022).
Pernyataan Johnny menyusul kasus kebocoran data dengan peretas atau hacker Bjorka yang menjual data pribadi warga Indonesia sebanyak 1,3 Miliar dengan harga USD 50.000 atau sekitar Rp745,6 juta.
Ia pun lantas meminta penyelenggara sistem elektronik untuk menjaga sistem agar tahan dan kuat terhadap serangan siber.
"Penyelenggara sistem elektronik, tolong diperhatikan betul jaga sistemnya dengan baik," kata Johnny.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem itu mengharapkan para penyelenggara sistem elektronik untuk memastikan teknologi yang memadai dari serangan siber. Pasalnya kata Johnny, jika data masyarakat bocor, pemerintah yang menjadi sasarannya.
"Begitu data You Bocor, yang dikejar pemerintah, yang dikejar pemerintah. You yang berbisnis disitu harus teknologi memastikan, teknologinya memadai, tahan dan kuat terhadap serangan siber," papar dia.
Dalam kesempatan itu, Johnny menyebut berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2019, sudah ada institusi yang mengatur soal serangan siber yakni Badan Siber Sandi Negara. Pasalnya kata Johnny, Kominfo hanya memiliki wewenang terkait regulasi, bukan perihal serangan siber.
"PP 71 sudah jelas mengatakan terhadap semua serangan siber secara teknis ada institusi yang mengaturnya. Ada institusinya yang mempunyai tugas tugas khusus untuk itu cyber security. Kominfo regulasi, bukan cyber security. Kami ini mengurus cyber Security untuk sistem di dalam Kominfonya, tapi sistem nasional ada lembaganya. Supaya jangan beritanya kacau," katanya.
Baca Juga: Curhat Kerap Ditanya Kasus Kebocoran Data, Menkominfo : Jawab Salah, Tidak Dijawab Salah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli