/
Rabu, 07 September 2022 | 21:15 WIB
Ilustrasi peretas Bjorka (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Peretas Bjorka menuliskan STOP BEING AN IDIOT untuk Kominfo. Menjawab hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate tidak mau terpancing dengan pernyataan hacker Bjorka tersebut. 

“Yang tidak mengerti Undang-Undang dan yang melanggar Undang-Undang itu yang salah. Sedangkan terminologi kata-kata kalau dalam ruang digital kita, kita menggunakan kata-kata yang tidak etis dan terpancing dengan tidak etis, kita mendorong ruang digital kita kotor, apa mau kita seperti itu?” papar Johnny G Plate, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Johnny menekankan bahwa peretas tetap salah karena membobol dan membocorkan data pribadi masyarakat. Kesalahannya bertambah setelah peretas menggunakan kata yang menurutnya tidak etis.

“Sudah melakukan pelanggaran berupa kebocoran data, menggunakan terminologi yang tidak etis dan tidak sejalan dengan kultur kita. Nah itu tidak baik,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar tidak ada pihak terpancing dengan respons yang diberikan peretas.

“Jangan kita ikut-ikut yang seperti itu. Marilah kita sama-sama menggunakan terminologi sesuai budaya kita, sesuai dengan etika universal yang diterima secara umum,” tegasnya.

Sementara itu, peretas yang membocorkan data 1,3 miliar kartu SIM, Bjorka menanggapi pesan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dilontarkan beberapa hari lalu.

Respons ini diunggahnya di sebuah situs breached.to. Komentar dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo. Semuel Abrijani Pangerapan itu hanya dijawab singkat. 

“STOP BEING AN IDIOT (Stop menjadi idiot),” kata Bjorka.

Baca Juga: Bermula Dari Prank, Fitri Tropica Wujudkan Ugly Cake Untuk Anaknya

Sebelumnya, Kominfo berpesan ke Bjorka, hacker pembobol data 1,3 miliar nomor SIM agar tidak melakukan akses ilegal.

“Kalau bisa jangan menyerang. Tiap kali kebocoran data yang dirugikan ya masyarakat, kan itu perbuatan illegal access,” ucap Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Menurutnya, masyarakat adalah pihak yang paling dirugikan ketika ada kebocoran data. Sebab data pribadi itu melekat di masyarakat. Lebih lagi masyarakat memberikan data itu karena mereka menggunakan sebuah layanan.

“Maka tadi, jangan sampai masyarakat dong. Jadi mereka justru menyerang masyarakat sebenarnya. Kalau (mau) mempermalukan itu, mempermalukan cara yang lain dong. Jangan menyebarkan data ke masyarakat,” paparnya.

Semuel mengatakan kalau saat ini Indonesia sedang membangun ruang digital. Ia menginginkan kalau peralihan ini sedang diperbaiki demi memberikan kemajuan ke masyarakat.

“Makanya kami tekankan sekali, yaitu para penyedia layanan, yang mengumpulkan data pribadi. Bagi yang hack pastinya ya kamu berhadapan dengan hukum, bukan dengan saya,” urainya.

“Ketika masyarakat yang dirugikan, kamu berhadapan dengan hukum. Tadi saya sudah mengundang Cyber Crime Polri untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Semuel juga mengatakan kalau Kominfo tak akan membeli data pribadi yang dijual Bjorka di forum hacker tersebut. Sebab hal itu seolah menjadikan pemerintah sebagai penadah barang curian.

Sumber: Suara.com 

Load More