Suara.com - Meta telah melakukan beberapa investasi besar di metaverse dan investasi ini belum menghasilkan pengembalian apa pun.
Faktanya, ada laporan bahwa metaverse tidak akan menghasilkan pengembalian apa pun, setidaknya tidak dalam waktu dekat.
Karena hilangnya pendapatan besar-besaran serta bisnis yang buruk secara umum di industri teknologi, Meta telah mengurangi karyawannya.
Meta tidak sendirian dalam hal ini, beberapa perusahaan teknologi lainnya juga memangkas staf.
Baru-baru ini, beberapa karyawan mengungkapkan bahwa perusahaan induk Facebook, Meta, diam-diam merumahkan karyawan.
Namun, perusahaan sedang berhati-hati dengan PHK untuk menghindari kemungkinan keributan.
Meta memberhentikan karyawan hanya dengan mengubah target kinerjanya.
Menurut laporan, perubahan tersebut akan mempengaruhi sebanyak 15 persen (atau 12.000) karyawan Meta.
Selama Q&A mingguan minggu lalu, CEO Meta, Mark Zuckerberg menjelaskan tentang rencana perekrutan perusahaan.
Dia mengungkapkan bahwa Meta akan memperpanjang pembekuan perekrutan yang telah dilakukan sejak Mei lalu.
Tepat sebelum pertemuan, para eksekutif mengusulkan kepada dewan bahwa mereka harus memilih setidaknya 15 persen orang yang ditandai sebagai "membutuhkan dukungan" selama proses peninjauan internal, kata seorang karyawan.
Ini juga dibahas dalam sebuah posting di forum anonim "Blind" minggu lalu oleh seorang karyawan Meta.
“Ini 15 persen kemungkinan akan dimasukkan ke dalam rencana peningkatan kinerja (PIP) dan kemudian dipecat,” tulisnya saat itu dilansir laman Gizchina, Minggu (9/10/2022).
Postingan tersebut memicu ratusan komentar dari karyawan Meta lainnya, sebanyak mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya