Suara.com - Sebuah studi oleh NewsGuard, sebuah situs yang didedikasikan untuk memverifikasi berita dan informasi yang beredar di jaringan, mengungkapkan bahwa hampir 20 persen dari video yang muncul di hasil pencarian TikTok, berisi informasi yang salah.
Penyelidikan mengungkapkan bahwa bukan hanya konten yang menjadi masalah, tetapi cara TikTok menampilkannya.
Mereka mencatat bahwa mesin pencari TikTok sendiri menyarankan, istilah pencarian yang lebih kontroversial ketika yang lebih netral dimasukkan.
Misalnya, jika kamu mencari "perubahan iklim", TikTok akan menyarankan "perubahan iklim dibantah" atau "perubahan iklim tidak ada". Hal yang sama terjadi dengan topik seperti vaksin melawan Covid.
Bahayanya tidak hanya terletak pada kesalahan informasi, tetapi juga pada keterbatasan kemampuan mencari sumber informasi lain yang lebih andal.
Jadi, sebagaimana melansir laman Gizchina, Senin (10/10/2022), TikTok mendapat kecaman dari federal AS karena praktik dan promosi konten.
Mereka mengklaim bahwa ini dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental pengguna muda.
Media sosial sangat populer di kalangan remaja dan anak-anak, dan memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna bulanan.
Texas baru-baru ini meluncurkan penyelidikan atas klaim bahwa TikTok melanggar privasi anak-anak dan membantu perdagangan manusia.
Baca Juga: Tega! Ibu Mertua Cuma Dikasih Rp 350 Ribu Per Bulan, Menantu Malah Komplain Demi Konten TikTok
Juga, Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan dalam rilis berita bahwa "anak-anak kita tumbuh di era media sosial - dan kita harus menyaring apa yang mereka lihat di layar mereka."
Selain itu, menurut Bonta, tujuan penyelidikan adalah untuk memeriksa apakah TikTok melanggar hukum. Dengan mendorong kaum muda untuk menggunakan platformnya.
Selain itu, algoritme komputer TikTok yang mendorong konten video ke pengguna menurut pejabat pemerintah dan spesialis keselamatan anak dapat mendorong gangguan makan, melukai diri sendiri, dan bahkan bunuh diri di kalangan pemirsa muda.
Berikut efek negatif TikTok terhadap kesehatan mental:
- Mendorong Perbandingan Negatif
- Menampilkan Gangguan Makan
- Dapat Menjadi Platform untuk Bullying
- Buang-buang Waktu
- Banding ke Rentang Perhatian Pendek
- Menyebarkan informasi yang salah
- Berisi Konten yang Tidak Pantas
- Menyensor Pembuat Konten secara Tidak Setara
5 Efek positif TikTok:
- Bisa Mendidik
- Menghibur
- Membangun Koneksi
- Platform untuk Suara Penting
- Menginspirasi Kreativitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS Indonesia - China Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan