Suara.com - TSMC yang berbasis di Taiwan telah terbukti menjadi pesaing tangguh untuk bisnis chip Samsung.
Bahkan, saat yang terakhir mendorong peningkatan kinerja dan hasil pada node canggihnya, TSMC terus mengalahkan Samsung.
Samsung menghadapi kemungkinan penurunan pendapatan yang signifikan pada kuartal terakhir ini.
Pabrikan asal Korea Selatan itu mungkin akan kehilangan statusnya, sebagai pembuat chip terbesar di dunia, berdasarkan penjualan ke Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan.
Kembali pada 2017, ketika Samsung memecahkan rekor 24 tahun Intel untuk menjadi pembuat chip terbesar di dunia dalam hal penjualan.
Teknologi DRAM dan penyimpanan flash Samsung yang canggih, ditambah dengan tingginya permintaan untuk produk ini memungkinkan hal itu.
Sementara Intel, mampu menyalip Samsung pada 2019, raksasa Korea itu kembali pada 2021 untuk mengklaim mahkota sekali lagi.
Namun, dengan sebagian besar penjualannya didorong oleh produk memori, Samsung kini menghadapi masa sulit dalam mempertahankan mahkota ini.
Penjualan DRAM perusahaan telah turun untuk kuartal kedua berturut-turut dan kondisi pasar yang sulit diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S23 Akan Meluncur di 2023, Dipredksi Pakai Baterai 3.900mA
Samsung telah mengatakan bahwa laba Q3 2022 turun 31,7 persen. Ini akan menjadi penurunan pertama dalam tiga tahun.
TSMC terus mencetak kemenangan besar melawan Samsung.
Masalah hasil di Samsung dilaporkan memaksa Qualcomm untuk memberikan semua pesanan untuk prosesor 3nmnya ke TSMC.
Apple juga dilaporkan memilih TSMC daripada Samsung untuk memproduksi chip 3nm M3 dan A17 Bionic.
Pekan lalu, TSMC melaporkan pendapatan Q3 2022 sebesar 19,4 miliar Dolar AS, mengalahkan perkiraan pasar.
Analis memperkirakan bahwa divisi chip Samsung tidak akan dapat menyamai angka-angka ini karena diperkirakan akan menghasilkan 17,8 miliar Dolar AS untuk kuartal tersebut.
Jika perkiraan ini terbukti akurat, ini akan menjadi pertama kalinya TSMC mengalahkan Samsung dalam penjualan chip.
Dilansir laman Sammobile, Rabu (12/10/2022), perlambatan permintaan produk memori telah memukul penjualan chip Samsung.
TSMC sebagian besar tetap terisolasi darinya karena hanya melakukan pembuatan kontrak atas nama perusahaan seperti Qualcomm, Apple, NVIDIA, dan banyak lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi