Suara.com - TikTok tak menampik kalau platform belanja online miliknya, TikTok Shop, masih ada seller nakal. Namun mereka memiliki cara untuk mengatasinya.
Wildhan (25), salah satu konsumen TikTok Shop, bercerita kalau ayahnya pernah mengalami penipuan saat belanja di platform tersebut.
Ayah Wildhan saat itu membeli sebuah parfum dari akun TikTok Shop pada September lalu. Sayang bukannya barang yang didapat, ayahnya justru mendapatkan paket kosong.
“Ayah saya tertarik karena iklan yang diunggah akun TikTok tersebut. Harganya pun juga murah, cuma Rp 16.000,” kenang Wildhan saat menceritakannya ke Suara.com, Selasa (22/11/2022).
Penipuan itu baru ketahuan ketika ayahnya mengecek resi pengiriman. Wildhan menyebut kalau resi itu ternyata adalah resi bekas.
“Jadi ketika pas dicek resinya, ternyata itu resi pengiriman sehari sebelum ayah saya beli. Statusnya pun sudah sampai. Padahal parfumnya pun belum di tangan dia,” tutur Wildhan.
“Akhirnya ayah saya kesal. Itu akun penjual parfum disumpah serapah. Cuma ya sampai sekarang itu akun masih eksis berjualan,” ucapnya kesal.
Head of SMB TikTok Indonesia, Pandu Nitiseputro pun mengakui kalau fenomena seller nakal ini tidak hanya terjadi di TikTok Shop, tetapi di platform lain.
Hanya saja Pandu menyebut kalau TikTok sudah memiliki regulasi untuk aturan main jual beli online.
Baca Juga: Fitur Direktori WhatsApp Business Dirilis ke Indonesia, Belanja Online Makin Mudah
“Ketika mendaftar itu harus sepakat soal terms and condition, community guidline, dan lainnya,” kata Pandu saat konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2022).
Cara kedua yakni TikTok Indonesia juga menyediakan sarana informasi untuk para seller.
Misalnya ketika akun seller mengiklankan produk yang melanggar aturan, maka mereka akan disosialisasikan terlebih dulu.
“Misalnya ada iklan yang enggak boleh nih, mengandung gambar atau visual tertentu. Nah itu belum diterima, dan nantinya akan diperbaiki, dan seterusnya,” papar dia.
Pandu memang tidak menjelaskan secara rinci. Tetapi mekanisme yang dilakukan TikTok Indonesia sesuai apa yang dialami Arbert selaku Owner dari Bio Herbal, salah satu merchant di TikTok Shop.
Arbert bercerita kalau akun TikTok Shop miliknya pernah di-banned karena tidak sesuai dalam memasang iklan.
Berita Terkait
-
TikTok Kembangkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Belanja hanya Gunakan Perintah Suara
-
BTR Meyden Ternyata Sempat Menjadi Pro Player sebelum Rambah TikTok
-
Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Gampang Banget!
-
TikTok Shop Jadi Media Sosial Terbanyak Dipakai Orang Indonesia Berbelanja
-
Cara Bayar TikTok Shop Bisa lewat ShopeePay
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona
-
Bukan 23 Nama, John Herdman Bawa 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Petani Temanggung Geruduk Komisi IV DPR RI, Nilai Aturan Nikotin Ancam Tembakau Lokal
-
Kabar Duka: Legenda Timnas Indonesia M Basri Meninggal Dunia
-
Perang Makin Panas, Iran Siap Tempur Jika Tentara Amerika Lakukan Invasi Darat
-
Maut di Tikungan Gelap: Avanza Terjun 25 Meter ke Jurang Segulung, Satu Nyawa Melayang
-
7 Moisturizer Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun, Kulit Wajah Jadi Sehat dan Awet Muda
-
Review Film Ip Man: Kung Fu Legend, Keadilan Ditegakkan Lewat Wing Chun!
-
Kasus Eks Jampidsus Dinilai Momentum Menguji Komitmen Negara Berantas Korupsi
-
Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China