News / Internasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:21 WIB
Asap terlihat di Teheran Iran, setelah Israel dan AS memulai perang, Sabtu 28 Februari 2026 (kiri). Stasiun TV Iran menyiarkan lagu perang dan bersumpah akan membalas serangan tersebut (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Iran mengumumkan akan melancarkan serangan balasan dahsyat terhadap Israel dan AS, menyusul serangan udara gabungan pada Sabtu pagi (28/2/2026).
  • Serangan gabungan AS-Israel menyasar beberapa kota besar Iran, termasuk Teheran, merusak infrastruktur strategis dekat kantor Ayatollah Khamenei.
  • Target balasan potensial Iran mencakup kota-kota Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, meski waktu serangan dirahasiakan.

Suara.com - Dunia kini berada di ambang perang regional yang jauh lebih besar, setelah Iran secara resmi menyatakan akan meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Pernyataan tegas ini menyusul serangan udara mendadak yang dilakukan oleh pasukan gabungan kedua negara tersebut ke beberapa kota besar di Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu pagi (28/2/2026).

Kepada Reuters, pejabat pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas pelanggaran kedaulatan ini.

Juru bicara pemerintah Iran menegaskan, serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat akan bersifat "dahsyat," meski hingga saat ini rincian mengenai taktik atau waktu serangan tersebut masih dirahasiakan untuk alasan strategis.

Sementara melalui media-media sosial, tampak video stasiun televisi nasional di Iran menyiarkan lagu perang.

Ada pula yel-yel Labbaik Ya Hussein (Kami Memenuhi Panggilanmu Ya Hussein--cucu Nabi Muhammad SAW), sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.  

Video lagu perang yang ditayangkan itu juga menyertakan cuplikan-cuplikan rudal-rudal Iran yang menghantam Tel Aviv dan kota-kota besar Israel lainnya saat perang 12 hari tahun 2025.

Peringatan Keras dari Parlemen Iran

Ketegangan semakin memuncak setelah Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memberikan peringatan terbuka melalui media sosial.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran

Azizi menekankan, tindakan militer yang dimulai oleh Israel dan AS akan membawa konsekuensi yang tidak terbayangkan bagi kedua negara tersebut.

"Kami sudah memperingatkan kalian. Kalian kini sudah memulai sebuah perjalanan yang tidak bisa kalian kendalikan," tulis Azizi dalam unggahannya di platform X.

Pernyataan ini mencerminkan kemarahan mendalam di koridor kekuasaan Teheran.

Para pengamat militer memperkirakan Iran akan kembali menggunakan strategi "hujan drone dan rudal" untuk menghantam kota-kota di Israel, serupa dengan pola serangan yang pernah mereka lakukan pada tahun-tahun sebelumnya, namun kali ini dengan skala yang diprediksi jauh lebih masif.

Potensi Target: Dari Kota Israel hingga Pangkalan AS

Analisis intelijen menunjukkan bahwa target balasan Iran tidak hanya terbatas pada wilayah Israel.

Teheran memiliki kemampuan untuk menjangkau berbagai pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Teluk dan sekitarnya.

Pangkalan-pangkalan di Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, hingga Yordania kini berada dalam status siaga tertinggi.

Selain pangkalan darat, kehadiran kapal induk AS USS Abraham Lincoln yang sedang beroperasi di perairan Timur Tengah juga menjadi target potensial bagi unit rudal anti-kapal milik Iran.

Namun, serangan terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga membawa risiko diplomatik yang sangat tinggi.

Serangan semacam itu bisa dianggap sebagai agresi terhadap negara tuan rumah, yang berpotensi memicu konflik multi-nasional yang melibatkan negara-negara Arab di kawasan tersebut.

Rincian Serangan Gabungan AS-Israel

Serangan pada Sabtu pagi itu sendiri dilaporkan terjadi secara sporadis namun terkoordinasi dengan sangat rapi.

Ledakan besar mengguncang kota-kota utama seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, hingga Karaj.

Al Jazeera melaporkan bahwa rudal-rudal menghantam beberapa jalan protokol dan infrastruktur strategis di Teheran.

Berdasarkan laporan Associated Press, beberapa ledakan terdengar sangat dekat dengan kompleks kantor Ayatollah Ali Khamenei.

Selain itu, area Seyyed Khandan di utara Teheran juga dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman proyektil.

AS Akui Serang Iran

Pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi ini adalah kerja sama penuh antara Israel dan Pentagon.

Operasi besar-besaran ini melibatkan pengerahan pesawat tempur dalam jumlah besar serta dukungan dari dua kapal induk AS yang bersiaga di kawasan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah antisipasi.

"Negara Israel meluncurkan serangan pre-emptive terhadap Iran untuk menghapus ancaman terhadap Negara Israel," tegas Katz dalam pernyataan resminya.

Ia juga menambahkan, "Sebagai hasilnya, serangan rudal dan drone terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat."

Israel dalam Status Siaga Satu

Di dalam negeri Israel, kepanikan mulai terasa saat raungan sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah tak lama setelah operasi di Iran dimulai.

Pemerintah Israel meminta warganya untuk tetap waspada dan segera menuju tempat perlindungan, mengingat trauma serangan rudal besar pada pertengahan tahun 2025 lalu masih membekas di ingatan publik.

Otoritas penerbangan sipil Israel telah mengambil langkah ekstrem dengan menutup seluruh wilayah udara bagi penerbangan komersial dan penumpang.

Warga dilarang keras mendekati area bandara demi alasan keselamatan. Di saat yang sama, rumah-rumah sakit di seluruh Israel telah memindahkan pasien mereka ke bangsal bawah tanah untuk mengantisipasi hantaman rudal balistik Iran yang bisa terjadi kapan saja.

Load More