Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengharapkan pusat data (data center) yang diluncurkan Huawei Cloud Indonesia akan membantu akselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia saat ini dan mendatang.
"Saya berharap pusat data lokal cloud Huawei baru ini akan menyediakan platform untuk pengembangan ekosistem digital lokal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Ini merupakan strategi penting untuk mencapai visi nasional Indonesia Emas 2045," kata Luhut dalam video sambutannya pada peluncuran Huawei Cloud Indonesia Data Center di Jakarta, Rabu malam (23/11/2022).
Dalam empat tahun terakhir, kata Luhut, investasi digital Indonesia mencapai level tertinggi di kawasan, yaitu sebesar 4,7 miliar dolar AS, menjadikan Indonesia tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara.
Sebagai ekonomi digital terbesar di kawasan ini, Indonesia berharap dapat menggandakan nilai ekonomi menjadi 146 miliar dolar AS pada tahun 2025 dari 70 miliar tahun lalu.
Untuk mencapai nilai tersebut, Indonesia membutuhkan ekosistem dan infrastruktur digital yang lebih kuat. Cloud Huawei dapat menjadi bagian dari pertumbuhan di tahun-tahun mendatang, menyediakan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan, mempercepat transformasi digital, dan menumbuhkan bakat digital.
"Kami menghargai Huawei atas kontribusinya yang luar biasa di Indonesia selama 22 tahun terakhir. Di masa mendatang, kami akan menjajaki dan bekerjasama dengan Huawei Cloud di bidang maritim cerdas, pertanian cerdas, layanan kesehatan cerdas, dan lainnya yang akan memadukan kemampuan Huawei dan potensi Indonesia," katanya.
Luhut melihat bahwa peluncuran pusat data cloud Huawei ini sebagai hasil nyata, nyata, dan bermanfaat dari G20.
"Kami telah menyepakati sejumlah besar komitmen dalam KTT, dan sekarang komitmen itu harus diwujudkan," kata dia.
CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengatakan peluncuran pusat data ini merupakan rekor baru--waktu pembangunan tercepat di industri. Pusat data 3AZ rata-rata membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan untuk membangun. Kali ini, di Jakarta, Huawei melakukannya hanya dalam 37 hari.
Baca Juga: Hadapi Tantangan di Era Digital, Telkom-ITDRI Gandeng MIT dan Huawei
"Kami memecahkan rekor kami sendiri, dan rekor industri. Jadi, izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemasok kami DCI Indonesia, dan kepada seluruh mitra dan pemerintah departemen yang membantu mewujudkan pencapaian ini. Bersama-sama, kita telah membuat sejarah," katanya.
Jacky mengungkapkan bahwa data center Huawei Cloud Indonesia itu sudah mulai menyediakan layanan sejak 30 September 2022. Hanya dalam waktu satu setengah bulan, sudah ada 12 pelanggan menyebarkan layanan mereka di pusat data Huawei, dan mereka akan melakukannya bergabung dengan 18 pelanggan lagi pada akhir tahun ini.
Tahun ini, lanjut Jacky, Huawei telah mendirikan perusahaan lokalnya, PT Sparkoo. Butuh waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan semua prosedur, mulai dari pengajuan permohonan hingga penyelesaian pajak registrasi.
"Proses yang cepat memungkinkan kami untuk menyediakan layanan lokal kepada pelanggan kami lebih cepat dari jadwal. Kami sangat menghargai upaya semua pemerintah daerah lembaga dan semua mitra," katanya.
Jacky percaya bahwa ekonomi digital Indonesia, sama seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung, akan masuk dengan cepat melacak. Turbocharging ekonomi digital Indonesia, bersama-sama KTT G20 minggu lalu menetapkan tiga tujuan utama, dan digital ekonomi adalah salah satunya.
"Presiden Indonesia Joko Widodo dan China Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato utama tentang tema ini," jelasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026
-
Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
-
Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif