Suara.com - Operator seluler Telkomsel meluncurkan layanan penundaan pembayaran PayLater untuk mendukung akses konsumen ke layanan digital dari mereka.
Telkomsel PayLater bisa digunakan untuk berbagai transaksi di aplikasi MyTelkomsel mulai dari membeli pulsa, paket data internet sampai berlangganan layanan streaming video. Layanan PayLater Telkomsel juga berlaku untuk pembelian paket data internet Telkomsel Orbit.
Pendaftaran layanan penundaan pembayaran bisa dilakukan via MyTelkomsel. Telkomsel PayLater menawarkan bunga nol persen untuk jika konsumen melunasi tagihan kurang dari 30 hari.
"Inisiatif ini sejalan dengan prinsip customer-centricity yang selalu kami implementasikan dalam menghadirkan setiap inovasi produk dan layanan terdepan Telkomsel," kata Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel Wong Soon Nam dalam siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.
Operator seluler anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkom Group itu berkolaborasi dengan sektor swasta Kredivo untuk menyediakan layanan PayLater.
Telkomsel PayLater adalah layanan penundaan pembayaran perdana dari operator seluler tersebut. Telkomsel menilai layanan penundaan pembayaran itu bisa memperkuat ekosistem digital nasional supaya semakin inklusif dan berkelanjutan.
"Kehadiran Telkomsel PayLater semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem keuangan digital nasional sekaligus mengakselerasi inklusi keuangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan," kata Soon Nam.
Misi Telkomsel melalui layanan PayLater adalah supaya konsumen bisa mendapatkan akses ke paket data internet dan kebutuhan digital lainnya seperti hiburan layanan pengaliran arus (streaming).
Telkomsel meyakini layanan PayLater bisa memberikan kebebasan bagi konsumen untuk melakukan berbagai aktivitas digital.
Baca Juga: Daftar Harga Paket Telkomsel Halo+
"Telkomsel berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam mengembangkan sektor keuangan digital maupun lintas sektor industri di Indonesia dengan mengoptimalkan ekosistem aset dan jejaring yang kami miliki,” kata Soon Nam.
Perkembangan layanan penundaan pembayaran dan pertumbuhan ekosistem digital diyakini bisa mendorong minat masyarakat untuk bertransaksi di ruang digital.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
CapCut Resmi Hadir di MyTelkomsel, Telkomsel Permudah Akses Editing Video AI bagi Kreator Konten
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!